Tampilkan postingan dengan label Di Korea. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Di Korea. Tampilkan semua postingan
13 Februari 2020
KGSP 2020 : Tips apply KGSP (Korean Government Scholarship Program) - Beasiswa Korea (Part 2)
Halloo..
Maapkan sudah lama ga update blog (emang siapa yang nungguin?) hihihi..
Tapi tenang, sekalinya nulis blog saya akan share sesuatu yang bermanfaat. Yes, setelah menulis cerita tentang Tips Apply KGSP di bulan Feb 2015 lalu, dan setelah komennya banjir sampai 436 komen (http://katakatakuw.blogspot.com/2015/02/kgsp-korean-government-scholarship.html) - Alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk share langsung (tatap muka) di Bandung.
Bismillah. Niat saya berbagi ilmu. Supaya teman-teman semangat dan bisa ikut merasakan indahnya berkuliah di Korea Selatan.
Nah, udah tau donk kalau beasiswa KGSP 2020 udah buka? Cusss liat dokumennya, isi, dan kalau ada yang belum paham atau ragu silahkan hub saya atau langsung ketemuan di acara ^^- insya Allah saya akan membantu sebisanya.
Balik lagi ngomongi sharing beasiswa tatap muka hihihi.. acaranya bakal dilaksanakan di Bandung. 22 Februari 2020. See you there wahai teman-teman KGSP hunters ^^
25 Desember 2018
Apply KGSP- Perlu Ngehubungin Prof Dulu?
Dear kamu-kamu yang sedang semangat berburu beasiswa khususnya KGSP, saya mau sedikit sharing dari pengalaman saya yaa-
Jadi banyak email yang masuk menanyakan dan mengeluhkan tentang ga punya kenalan professor. Hey guys, kamu ga perlu hubungin prof dulu. Langsung apply aja. Kenapa? Karena punya kenalan Prof juga ga ngaruh. Loh kok bisa?
Jadi yaa- ujung dari keputusan diterima atau tidak itu dari KGSP nya langsung, bukan dari Prof. Meskipun kamu dinyatakan lulus oleh kampus yang kamu pilih, tapi belum tentu lulus KGSP nya.
Waktu saya apply, saya ga punya kenalan Prof sama sekali. Langsung apply aja gitu. Sementara itu, teman saya punya kenalan dengan Prof dan sering banget email-email-an sampai si Prof kasih surat rekomendasi buat next step (ke KGSP nya). Dan hasilnya, teman saya ga lulus. Padahal udah ngobrolin research sana-sini. Tapi yang pasti guys, Allah Maha Menentukan.
Jadi, jangan pesimis duluan kalau ga punya kenalan Prof. Coba aja! Lagian ya, Prof disini super duper sibuk buanget. Email mahasiswa nya aja yang mau ngobrolin research dibalas 2 bulan, 3 bulan atau bahkan 1 tahun kemudian (ini berdasarkan pengalaman). Apalagi yang baru mau apply- logikanya sih gitu.
So.. semangat apply genks meski tanpa kenalan Prof ^^
Korea 25.12.2018 / 10.00 PM
Label:
CurCol,
Di Korea,
Lived Experiences
13 Oktober 2018
(Kuliah) Master Degree di Korea
Bismillah,
Tulisan kali ini tentang gambaran bagaimana kuliah di luar negeri, khususnya Korea Selatan. Ditulis berdasarkan pengalaman saya dan teman-teman di sini yang saya ketahui. Semoga bermafaat yaa buat kalian yang berniat mau kuliah di Korea Selatan.
Tulisan kali ini tentang gambaran bagaimana kuliah di luar negeri, khususnya Korea Selatan. Ditulis berdasarkan pengalaman saya dan teman-teman di sini yang saya ketahui. Semoga bermafaat yaa buat kalian yang berniat mau kuliah di Korea Selatan.
Saya berkuliah di salah satu kampus terbaik di Korea, termasuk top 3 dan jadi incaran banyak orang. Sebelumnya, saya ga tau kalau kampus saya se-wah ini. Maksudnya? Kalau orang korea tanya saya kuliah dimana, dan ketika saya jawab nama universitasnya, mereka akan dengan sangat berlebihan (dibaca : lebay - menurut saya) menjawab : daebak! (adalah ekspresi untuk menyatakan hebat, luar biasa, gileeee- gitulah kurang lebih). Kenapa mereka begitu? Karena konon katanya masuk sini susah, keluarnya susah, dan alumninya kebanyakan jadi orang-orang hebat, khususnya di negara Korea.
Saya? Saya mah keterima beasiswa di luar negeri aja udah Alhamdulillah banget. Ga gitu mikir univnya apa. Yang penting mah niat belajar. Heu ^^
Kita mulai -
Semeter satu,
Akan ada orientasi kampus. Eits, tenang dulu- orientasi di sini berkelas, ga pake acara disuruh bawa tas kantong terigu, kuncir rambut tujuh warna, sepatu tali rapia dll nya yang sering terjadi di negara kita, ampe ada sekdis dan angels hahaha (cung yang ngalamin?). Semoga sekarang udah ga begitu yes. Lanjut, orientasi di sini ngebahas tata cara atau prosedur perkuliahan, semacam berapa sks yang harus diambil, bagaimana penulisan thesis, bagaimana kalau harus cuti kuliah, dll nya. Orientasi disampaikan dalam dua bahasa, English dan Korean. Kemudian, akan dilanjutkan jalan-jalan keliling kampus, ngenalin gedung-gedung dan ruangan-ruangan penting di kampus.
Di semester satu ini kamu akan dikasih dosen pembimbing. Entah pertimbangannya apa, tapi department yang menentukan. Biasanya, dosen pembimbing akan mengundang kita untuk perkenalan dan obrolan ringan mengenai peneliatan apa yang akan dilakukan di akhir perkuliahan. Kalau ga cocok? Boleh banget ganti, tapi nanti- pas masuk semester dua. Dan yang saya suka, disini serba online, ganti dosen pembimbing pun online. Tapi tentunya, atas sepengetahuan dosen pembimbing dan calon dosen pembimbing. Biasanya kedua dosen ini akan saling menghubungi.
Oia, untuk master degree disini kita harus ambil minimal 24 sks. Idealnya, di akhir semester tiga kita sudah harus menyelesaikan 24 sks tersebut. Semester empatnya tinggal penelitian aja. Buat saya, semester pertama cukup mengagetkan- hampir setiap pertemuan harus bikin response journal. Dan jurnal-jurnal tersebut akan dibagikan di akhir semester beserta nilai yang terpampang nyata di jurnal ituh hohoho ^o^
Semester dua,
Semester dua biasanya udah mulai bisa beradaptasi. Nah- tentang gimana pilih mata kuliah, di sini kita bebas pilih mata kuliah yang kita mau. Kalau di Indonesia kan kebanyakan ambil mata kuliah yang sudah ditentukan ya. Jadi kelas satu dan kelas lainnya teh orangnya sama aja. Kalau di sini, kelas satu dan kelas lainnya orangnya beda-beda karena minatnya beda-beda. Jadi, agak susah punya sahabat yang benar-benar dekat. Kelas terkecil yang pernah saya ikuti berjumlah 5 mahasiswa saja (horor banget ini haha), dan kelas terbesar sekitar 15-20 mahasiswa.
Tugas bikin jurnal-jurnal masih akan tetap ada di semeter dua ini. Oia, ditambah presentasi ya- lumayan bejibun presentasinya. Tapi jangan khawatir, setiap ending dari presentasi akan ada feedback dari prof nya. Heu- soalnya ada kan yaa yang nugasin presentasi, trus kelar presentasi udah langsung pulang aja, heu.
Tentang presentasi dan tugas kelompok- saya mau cerita sedikit. Berdasarkan pengalaman, waktu saya tinggal di kota kecil (bukan Seoul), teman-teman korea akan sangat ramah di ajak belajar bareng atau keluar buat diskusi. Tapi tidak di Seoul. Saya merasa orang-orang Seoul sangat individual sekali. Kalau di lingkungan kampus, mereka lebih suka ngerjain tugas masing-masing wlopun judulnya tugas kelompok. Biasanya tugas di bagi-bagi, dikumpulkan di satu orang melalui email, kemudian disatukan hasilnya. Buat saya sih ini engga banget ya. Tapi ya udah- mungkin mereka ada kesibukan lain.
Eits, ada yang penasaran tentang mahasiswa-mahasiswanya? Nah, klo angkatan saya itu 75% orang korea dan sisanya orang asing. Tapi seriusan, hampir 90% dari total mahasiswa korea angkatan saya, semuanya lulusan luar negri macam amri dan ostrali. Jadi guys, jangan tanya bahasa Inggris mereka gimana! Karena saya akan bilang, ngeri!
Semester tiga,
Di awal semester tiga ini kita disarankan udah harus ambil comprehensive exam. Untuk kampus saya, syarat untuk mengikuti exam ini adalah mahasiswa yang sudah menempuh setidaknya 18 sks. Nah, penting nih buat bikin plan dari awal kuliah, tentang berapa sks yang harus di ambil biar kuliah lulus tepat waktu. Kenapa? karena comprehensive exam ini hanya ada di awal semester dan termasuk syarat untuk bisa ujian sidang. Kalau gagal exam? Harus nunggu semester depan buat ikutan lagi. Heu- jadi mahasiswa disini mati-matian belajar buat exam yang satu ini. Kebayanglah yaa.. satu subjek mata kuliah yang kita pelajarin harus di ujikan dalam waktu 2 jam. Ha! Tambah menyeramkan kalau subjeknya kita pelajari di semester satu, lewat semester dua, dan semester tiga harus diujikan. Ha! Bongkar file lama. PR banget.
Ketentuan comprehensive exam:
Master degree student harus ambil 3 subjek, sementara Doctoral degree student harus ambil 4 subjek. Tiap department punya kebijakan masing-masing. Di department saya, mahasiswa hanya boleh ambil 2 subjek untuk setiap semester. Simplenya gini, di semester 3 ambil 2 subjek buat exam, dan di semester 4 ambil 1 subjek lagi. Buat saya, exam ini adalah exam terhoror selama kuliah- karena ini menentukan nasib kapan bisa ujian sidang.
Lalu, subjek apa saja yang boleh di exam kan?
Nah, untuk master degree student gini : 2 subjek fokus kamu, dan 1 subjek harus diluar fokus kamu. Misal, saya kan fokus nya ke literature. Jadi, saya harus ambil 2 subjek literature dan 1 subjek non-literature. Waktu itu saya ambil linguistik. Rasanya luar biasa ketika 'dipaksa' harus ujian satu subjek yang bukan saya banget. Mau nangis rasanya. Share aja- dulu subjek yang saya ambil adalah studies in teaching through literature, teaching English through picture books in EFL, dan seminar in second language pragmatics.
Ujiannya gimana sih?
Jadi, satu ruangan itu kan ada beberapa mahasiswa yang ikutan- nah, ga semua mahasiswa ini pilih subjek yang sama. Jadi ga mungkin banget lah yes buat contek mencontek atau ngintip-ngitip jawaban anak depan atau sebelah wkwkw. Seingat saya, satu subjek itu 2 jam. Jumlah soal antara 3 - 10 soal, tergantung prof yang bikin soalnya. Dan yang unik adalah, lembar jawaban dibikin sedemikian rupa biar saat periksa prof ga tau itu punya siapa. Jadi benar-benar bersih dan adil. Jadi ga ada deh cerita karena dekat sama Prof bakal dikasih score gede karena Prof sendiri ga tau itu punya siapa aja dan siapa aja yang ikut exam dia. Oia, score yang dinyatakan lulus adalah score 70 keatas. Dulu, ada teman saya yang dapat score 67 dan huhuhu.. harus ngulang next semesternya. Sadis kan. Sedih banget pasti. Saya juga ngerasain. Alhamdulillah saya lulus untuk 2 exam literature dengan nilai yang saya sendiri ga percaya, Alhamdulillah banget, hampir nyundul 100. Tapi, saya gagal di exam linguistik dan ini jadi salah satu penyebab saya ga bisa lulus tepat waktu TT. Ini episode paling pait selama kuliah. Dunia berasa runtuh karena harus nambah semester cuma buat nunggu exam, sementara jatah beasiswa ga nambah. Ups- curhat dikit!
Oia, untuk ujian compre ini beda-beda ya tiap kampus. Tapi hampir bisa dipastikan setiap kampus ada. Bedanya gimana? Jadi, ada kampus yang memperbolehkan mahasiswanya untuk open book saat exam, ada yang exam nya lewat email jadi dikerjain di rumah, ada yang katanya asal jawabnya panjang dilulusin, ups! Kampus saya? ga ada acara open book.
Semester empat,
Semester empat ini udah ga ada perkuliahan. Cuma cerita nongkrong di perpus dan sekitarnya. Haha! Tapi boleh lah ya saya cerita lainnya tentang syarat lulus. Kalau di kampus saya, syarat lulus harus :
- Lulus comprehensive exam (3 subjek untuk master, dan 4 subjek untuk doctoral)
- Punya sertifikat TOPIK level 4 yang masih berlaku atau kalau ga punya harus ikut kelas bahasa korea pas summer vacation atau winter vacation. Tentunya harus lulus juga. Btw, TOPIK ini semacam TOEFL tapi untuk bahasa korea nya ya ^^
- Lulus exam bahasa Inggris yang di bikin kampus (ini untuk department tertentu)
- Punya sertifikat IELTS minimal score 6 (untuk department tertentu)
- Sudah publish minimal satu jurnal (khusus untuk doctoral).
Nah, klo itu semua udah komplit baru boleh ikut ujian sidang. Penasaran sidangnya kayak gimana? Klo banyak yang komen saya lanjutkan. Klo ga ada ga saya lanjutkan, Haha.. panjang-panjang nulis ga ada yang baca kan syedih yes.
Hey kamu-kamu, pokoknya semangatlah. Jangan sering bersuara pengen kuliah di luar negeri tapi bentar-bentar ngeluh : ini gimana ya, itu gimana ya, susah eunk! Apalagi klo ada yang ngeluh : kak, isi formulir beasiswanya gimana sih? aku ga ngerti bahasa Inggrisnya. (Helow!) Ini baru formulir, belum jurnal-jurnal seabrek yang harus kamu baca nanti pas kuliah. Karena seriously, kuliah di luar negeri itu sendiri dan benar-benar sendiri. Ga ada deh cerita nge-genk dan ngerjain bareng. So, -apalagi atuh ya- semangatlah. Lurusin niat dan minta sama Allah.
Sekian,
Semoga bermanfaat ^^
Hollys Coffee, Ilsan 13.10.18
Tugas bikin jurnal-jurnal masih akan tetap ada di semeter dua ini. Oia, ditambah presentasi ya- lumayan bejibun presentasinya. Tapi jangan khawatir, setiap ending dari presentasi akan ada feedback dari prof nya. Heu- soalnya ada kan yaa yang nugasin presentasi, trus kelar presentasi udah langsung pulang aja, heu.
Tentang presentasi dan tugas kelompok- saya mau cerita sedikit. Berdasarkan pengalaman, waktu saya tinggal di kota kecil (bukan Seoul), teman-teman korea akan sangat ramah di ajak belajar bareng atau keluar buat diskusi. Tapi tidak di Seoul. Saya merasa orang-orang Seoul sangat individual sekali. Kalau di lingkungan kampus, mereka lebih suka ngerjain tugas masing-masing wlopun judulnya tugas kelompok. Biasanya tugas di bagi-bagi, dikumpulkan di satu orang melalui email, kemudian disatukan hasilnya. Buat saya sih ini engga banget ya. Tapi ya udah- mungkin mereka ada kesibukan lain.
Eits, ada yang penasaran tentang mahasiswa-mahasiswanya? Nah, klo angkatan saya itu 75% orang korea dan sisanya orang asing. Tapi seriusan, hampir 90% dari total mahasiswa korea angkatan saya, semuanya lulusan luar negri macam amri dan ostrali. Jadi guys, jangan tanya bahasa Inggris mereka gimana! Karena saya akan bilang, ngeri!
Semester tiga,
Di awal semester tiga ini kita disarankan udah harus ambil comprehensive exam. Untuk kampus saya, syarat untuk mengikuti exam ini adalah mahasiswa yang sudah menempuh setidaknya 18 sks. Nah, penting nih buat bikin plan dari awal kuliah, tentang berapa sks yang harus di ambil biar kuliah lulus tepat waktu. Kenapa? karena comprehensive exam ini hanya ada di awal semester dan termasuk syarat untuk bisa ujian sidang. Kalau gagal exam? Harus nunggu semester depan buat ikutan lagi. Heu- jadi mahasiswa disini mati-matian belajar buat exam yang satu ini. Kebayanglah yaa.. satu subjek mata kuliah yang kita pelajarin harus di ujikan dalam waktu 2 jam. Ha! Tambah menyeramkan kalau subjeknya kita pelajari di semester satu, lewat semester dua, dan semester tiga harus diujikan. Ha! Bongkar file lama. PR banget.
Ketentuan comprehensive exam:
Master degree student harus ambil 3 subjek, sementara Doctoral degree student harus ambil 4 subjek. Tiap department punya kebijakan masing-masing. Di department saya, mahasiswa hanya boleh ambil 2 subjek untuk setiap semester. Simplenya gini, di semester 3 ambil 2 subjek buat exam, dan di semester 4 ambil 1 subjek lagi. Buat saya, exam ini adalah exam terhoror selama kuliah- karena ini menentukan nasib kapan bisa ujian sidang.
Lalu, subjek apa saja yang boleh di exam kan?
Nah, untuk master degree student gini : 2 subjek fokus kamu, dan 1 subjek harus diluar fokus kamu. Misal, saya kan fokus nya ke literature. Jadi, saya harus ambil 2 subjek literature dan 1 subjek non-literature. Waktu itu saya ambil linguistik. Rasanya luar biasa ketika 'dipaksa' harus ujian satu subjek yang bukan saya banget. Mau nangis rasanya. Share aja- dulu subjek yang saya ambil adalah studies in teaching through literature, teaching English through picture books in EFL, dan seminar in second language pragmatics.
Ujiannya gimana sih?
Jadi, satu ruangan itu kan ada beberapa mahasiswa yang ikutan- nah, ga semua mahasiswa ini pilih subjek yang sama. Jadi ga mungkin banget lah yes buat contek mencontek atau ngintip-ngitip jawaban anak depan atau sebelah wkwkw. Seingat saya, satu subjek itu 2 jam. Jumlah soal antara 3 - 10 soal, tergantung prof yang bikin soalnya. Dan yang unik adalah, lembar jawaban dibikin sedemikian rupa biar saat periksa prof ga tau itu punya siapa. Jadi benar-benar bersih dan adil. Jadi ga ada deh cerita karena dekat sama Prof bakal dikasih score gede karena Prof sendiri ga tau itu punya siapa aja dan siapa aja yang ikut exam dia. Oia, score yang dinyatakan lulus adalah score 70 keatas. Dulu, ada teman saya yang dapat score 67 dan huhuhu.. harus ngulang next semesternya. Sadis kan. Sedih banget pasti. Saya juga ngerasain. Alhamdulillah saya lulus untuk 2 exam literature dengan nilai yang saya sendiri ga percaya, Alhamdulillah banget, hampir nyundul 100. Tapi, saya gagal di exam linguistik dan ini jadi salah satu penyebab saya ga bisa lulus tepat waktu TT. Ini episode paling pait selama kuliah. Dunia berasa runtuh karena harus nambah semester cuma buat nunggu exam, sementara jatah beasiswa ga nambah. Ups- curhat dikit!
Oia, untuk ujian compre ini beda-beda ya tiap kampus. Tapi hampir bisa dipastikan setiap kampus ada. Bedanya gimana? Jadi, ada kampus yang memperbolehkan mahasiswanya untuk open book saat exam, ada yang exam nya lewat email jadi dikerjain di rumah, ada yang katanya asal jawabnya panjang dilulusin, ups! Kampus saya? ga ada acara open book.
Semester empat,
Semester empat ini udah ga ada perkuliahan. Cuma cerita nongkrong di perpus dan sekitarnya. Haha! Tapi boleh lah ya saya cerita lainnya tentang syarat lulus. Kalau di kampus saya, syarat lulus harus :
- Lulus comprehensive exam (3 subjek untuk master, dan 4 subjek untuk doctoral)
- Punya sertifikat TOPIK level 4 yang masih berlaku atau kalau ga punya harus ikut kelas bahasa korea pas summer vacation atau winter vacation. Tentunya harus lulus juga. Btw, TOPIK ini semacam TOEFL tapi untuk bahasa korea nya ya ^^
- Lulus exam bahasa Inggris yang di bikin kampus (ini untuk department tertentu)
- Punya sertifikat IELTS minimal score 6 (untuk department tertentu)
- Sudah publish minimal satu jurnal (khusus untuk doctoral).
Nah, klo itu semua udah komplit baru boleh ikut ujian sidang. Penasaran sidangnya kayak gimana? Klo banyak yang komen saya lanjutkan. Klo ga ada ga saya lanjutkan, Haha.. panjang-panjang nulis ga ada yang baca kan syedih yes.
Hey kamu-kamu, pokoknya semangatlah. Jangan sering bersuara pengen kuliah di luar negeri tapi bentar-bentar ngeluh : ini gimana ya, itu gimana ya, susah eunk! Apalagi klo ada yang ngeluh : kak, isi formulir beasiswanya gimana sih? aku ga ngerti bahasa Inggrisnya. (Helow!) Ini baru formulir, belum jurnal-jurnal seabrek yang harus kamu baca nanti pas kuliah. Karena seriously, kuliah di luar negeri itu sendiri dan benar-benar sendiri. Ga ada deh cerita nge-genk dan ngerjain bareng. So, -apalagi atuh ya- semangatlah. Lurusin niat dan minta sama Allah.
Sekian,
Semoga bermanfaat ^^
Hollys Coffee, Ilsan 13.10.18
16 September 2018
Bagaimana-
Bagaimana kalau ia merindukan masa lalu yang kamu anggap sebuah ketidakdewasaan?
Bagaimana kalau ia menyukai hal-hal yang kamu bilang sia-sia?
Bagaimana kalau ia merasa bahagia dengan sesuatu yang kamu bilang 'ngapain sih,"?
Bagaimana kalau ia merasa sedang tidak bahagia dengan sesuatu yang kamu bilang seperti ini seharusnya?
Bagaimana kalau ia rindu masa lalu dan sementara kamu tidak ingin seperti masa lalu?
Jangan bungkam mulutnya-
Tanyakan apa yang bisa membuatnya bahagia.
Karena bahagianya seharusnya prioritasmu.
Mungkin seperti itu harusnya.
Ilsan 16.09.18 08.18 PM
Bagaimana kalau ia menyukai hal-hal yang kamu bilang sia-sia?
Bagaimana kalau ia merasa bahagia dengan sesuatu yang kamu bilang 'ngapain sih,"?
Bagaimana kalau ia merasa sedang tidak bahagia dengan sesuatu yang kamu bilang seperti ini seharusnya?
Bagaimana kalau ia rindu masa lalu dan sementara kamu tidak ingin seperti masa lalu?
Jangan bungkam mulutnya-
Tanyakan apa yang bisa membuatnya bahagia.
Karena bahagianya seharusnya prioritasmu.
Mungkin seperti itu harusnya.
Ilsan 16.09.18 08.18 PM
Label:
CurCol,
Di Korea,
Lived Experiences,
Prose
Gelap. Sangat Gelap.
Apakah saya tipe pendendam?
Seseorang datang dari masa lalu.
Sesorang yang sudah melempar tinta hitam di kacamata saya sehingga dunia pernah terasa begitu gelap. Ia datang untuk beberapa detik kemudian pergi. Bisa jadi ketidaksengajaan, atau ...
Dari sekian detik, kamu menarik ku jauh ke belakang - merasakan pahitnya itu. Kurasa kau tidak akan pernah hadir lagi dalam tulisanku, ternyata...
Jangan pernah datang wahai kamu- yang pernah aku gelari sahabat, di masa lalu.
Apakah saya tipe pendendam?
Entahlah- yang pasti saat itu gelap. Sangat gelap.
Ilsan 16.09.18 07.41 PM
Seseorang datang dari masa lalu.
Sesorang yang sudah melempar tinta hitam di kacamata saya sehingga dunia pernah terasa begitu gelap. Ia datang untuk beberapa detik kemudian pergi. Bisa jadi ketidaksengajaan, atau ...
Dari sekian detik, kamu menarik ku jauh ke belakang - merasakan pahitnya itu. Kurasa kau tidak akan pernah hadir lagi dalam tulisanku, ternyata...
Jangan pernah datang wahai kamu- yang pernah aku gelari sahabat, di masa lalu.
Apakah saya tipe pendendam?
Entahlah- yang pasti saat itu gelap. Sangat gelap.
Ilsan 16.09.18 07.41 PM
25 Agustus 2018
Korea dan Alarm
Hari Sabtu lagi guys! Waktunya menulis!
Mau cerita nih tentang korea dan alarm nya.
Tanggal 23 kemaren dihebohkan dengan berita bahwa akan ada angin Topan melanda Korea Selatan. Sebenarnya berita ini mulai menyebar sekitar tanggal 21 Agustus. DIkabarkan bahwa angin ini dari Jepang dan sedang menuju Korea dengan rute terlebih dahulu melewati Jeju baru Seoul.
Ini bukan hoax, karena memang pemerintah Korea mengumumkannya di beberapa media. Dan ini kerennya Korea, selalu ada peringatan dini untuk masyarakatnya. Jadi masyarakat pun tau apa yang harus dilakukan.
Isi beritanya kurang lebih tanggal 22 malam akan hujan besar. Lalu esok dini harinya jam 3 pagi akan ada angin topan yang cukup besar melanda Seoul dan sekitarnya. Lalu kemudian berita berubah, katanya angin topan ga jadi jam 3, tapi jam 6 pagi. Begitu berita yang saya dapat dari teman-teman dan media-media.
Lalu? Lalu sebagai antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang buruk. Beberapa sekolah di liburkan. Beberapa kantor pun memperbolehkan karyawannya untuk datang telat setelah cuaca membaik, atau bahkan memperbolehkan karyawannya untuk tidak masuk kantor. Seperti di tempat saya kerja, Boss menyuruh kami untuk pulang cepat tanggal 22 dan memperbolehkan untuk tidak masuk demi keamanan.
Tanggal 22 sore semua handphone sekorea berdering, ada SMS masuk dari pemerintah. SMS peringatan dini tentang angin topan ini. Tapi mungkin hanya hape saya yang ga bunyi, karena hampir 2 bulan ga di isi pulsa wkwkkwkw... jadi sms apapun ga bisa masuk. Maapkan!
Jam 5 pagi saya bangun, pastilah khawatir dengan berita itu. Sambil melihat kearah jendela, sambil saya buka website berita korea. Ga ada kabar terbaru, hmm.. atau mungkin mata saya ga awas karena masih setengah sadar. Tidur lagi lah saya. Jam 8 pagi saya hubungi teman korea saya untuk tau update beritanya, dia bilang rute angin topan berubah- ga akan mampir ke Seoul. Lebih lanjut, dikabarkan bahwa anginnya mulai melemah.
Teman Indonesia saya menambahkan informasi yang saya dapat. Dia bilang, angin topan ga akan datang karena kita punya tolak angin. Hahaha... bukan iklan. Lagi panik jadi ketawa karena becadaan teman.
Sekian cerita minggu ini. Semoga kita semua dalam lindungan Allah SWT.
Terima kasih Allah, angin topan ga jadi mampir :)
Ilsan 25.08.18 02.31 PM
28 Juli 2018
Setelah sekian lama
Setelah sekian lama...
Akhirnya bisa duduk manis santai di cafe tanpa harus bawa tugas serius ke sini.
Rasanya? Bahagia, senang, dan nyaman. Sambil minum, sambil menulis yang ringan ini itu.
Menyalurkan kesenangan yang harus ditunda karena kewajiban yang lain.
Masih sama dan mungkin akan selalu sama, coffee mocha sudah siap menemani beberapa jam kedepan. Dan laptop mungil sudah menunggu lama untuk dimainkan dengan sederhana.
Diluar sana hujan cukup deras. Bahagia bertambah. Setelah sekian lama Seoul diselimuti panas luar biasa. Akhirnya, disiram air langit. Alhamdulillah.
Berbicara tentang panas. Apa yang kalian lakukan untuk menahan panas di hati? Bukan ke benci atau iri, tapi lebih ke gemas karena itu salah.
Saya, bukan orang yang pandai menahan panas. Tipikal jujur (berusaha membela diri kkk).
Jatuhnya, wajah saya jutek atau saya pergi meninggalkan ia, mereka atau lingkungan yang salah. Mencoba mendamaikan hati. Kan- jadi curhat. Bebaslah yaa.. blog saya.
Akhir-akhir ini lagi jenuh banget sama rutinitas kantor. Tapi harus tetap bertahan karena beberapa hal yang saya pikir untuk kebahagiaan banyak orang. Sampai kemudian saya bertanya: apakah saya bahagia dengan ini?
Hollys Ilsan, 28.07.18 11.12 PM
03 Mei 2018
Ramadhan Datang ^^
Ramadhan segera datang.
Masha Allah, seluruh umat muslim di duni merindukan datangnya ramadhan.
Selalu menyambutnya dengan suka cita dan penuh syukur.
Ada bahagia bercampur sedih.
Ramadhan tahun kemaren, ramadhan dua tahun kemaren... Iya, di setiap ramadhan saya berdoa semoga ramadhan taun depan saya sudah pulang ke Indonesia dan berkumpul bersama keluarga. Tangisan dalam sujud. Masih teringat. Taraweh sendiri. Sahur sendiri. Buka puasa sendiri. Masha Allah. Dan semua kehendak Allah, sepertinya harus sendiri lagi ramadhan tahun ini.
Allah.
Semoga kita semua bertemu ramadhan dalam sehat penuh syukur.
Aamiin.
Hollys, 03.05.18 07.54 PM
Label:
CurCol,
Di Korea,
Lived Experiences
01 Mei 2018
Tentang Kepemimpinan
Dan setiap dari kita adalah pemimpin. Pemimpin untuk tubuh, hati dan pikiran ini.
Tulisan kali ini tentang kepemimpinan. Pernah jadi pemimpin dari beberapa orang atau kelompok? Bagaimana rasanya? Saya sedang berada di bawah kepemimpinan beberapa orang. Benar saja, mengevaluasi orang lebih mudah daripada mengevaluasi diri sendiri.
Tapi seharusnya proses itu menjadi pembelajaran untuk diri saya, - yang semoga bisa juga jadi pembelajaran untuk yang sudah bersedia membaca tulisan ini hihihi ^^
Menjadi seorang pemimpin itu seharusnya menyenangkan. Jadi orang yang dipimpinnya merasa senang dan tenang ketika melakukan pekerjaannya. Ini untuk ranah pekerjaan ya. Menjadi pemimpin bukan melulu apa kata diri selaku pemimpin. Tapi yang harus di ingat adalah suara mereka yang kalian pimpin. Jangan egois, jangan keras kepala. Jangan melulu mengevaluasi orang-orang yang kalian pimpin, tapi cobalah sesekali bertanya pada mereka tentang gaya kepemimpinan kalian. Khawatirnya ada yang tersakiti dan merasa diperlakukan tidak adil. Ingin bersuara tapi tidak memiliki ruang dan waktu. Tanyalah, apa yang harus saya perbaiki dari cara saya memimpin. Suasana akan lebih hangat.
Lalu, menjadi pemimpin keluarga - dear para suami, pernahkah bertanya pada istri anda, bahagiakah ia denganmu; sudah tepatkah gayamu dalam membimbingnya; sudah baikkah caramu memimpin keluarga ini.
Dan tentang kita yang memimpin tubuh, hati, dan pikiran ini- bercerminlah... tanya apa yang mereka butuhkan.
Sekian. Saya mau lanjut nugas.
Hollys Cafe. 01.05.18 09.48 PM
Label:
CurCol,
Di Korea,
Lived Experiences
28 April 2018
Gateeeelll TT
Baiklah,
Semenjak menikah ada aturan-aturan yang harus saya patuhi, seperti:
1. Ga boleh posting or upload musikalisasi puisi karya saya lagi di medsos, dengan suara saya tentunya. Inilah alasan semua musikalisasi saya di medsos di hapus atau private setting.
2. Ga boleh posting or upload video gila-gilaan atau iseng-isengan saya lagi.
3. Ga boleh tulis curhat-curhatan lagi di medsos (hahaha.. tulisan ini curhat ga ya?)
Daaaaannn saya gateeeeelll... terutama sama yang nomer satu. Hadjuuuuhh... patuh itu susah-susah gampang tapi da wajib. Ga ada alesan ngelanggar sih klo inget sama alasan kenapa ga diperbolehkan. Iyes- karena semua dipertanggungjawabkan nanti di hadapan Allah. "Aku harus bilang apa sama Allah kalau membiarkan istrinya mengumbar suara-suara dan video-video di medsos?" - kurang lebih begitulah. Kan serem juga.
Tapi saat-saat seperti ini ... sepi, sendiri, dan bosan, bikin saya punya segudang ide buat bikin musikalisasi puisi. 'Kenapa ga bikin aja terus koleksi sendiri?' - Nah, ga seru aja klo dinikmatin sendiri. Kan seru nya kalo dikasih masukan dll. Seru-seruan sama yang lain. 'Nah lhoooo~ niatnya apa? Biar di denger orang? Di puji orang?' Hihihi... ampuuun TT. Kaannn...
Udahan ah.
Takutnya ujung-ujungnya curhat (udah ya?) ^^v
Seoul 28.04.18 10.39 PM
22 April 2018
Tentang Bau
Selamat hari Minggu dari Seoul yang udah gerimis aja dari Shubuh,
Lalu, ada cerita apa tentang bau dan minggu? Hihihi... Sebenernya ga ada hubungannya sih. Cuma pengen cerita aja tentang bau yang semoga bisa diambil pelajarannya. Lho? Maksudnya?
Jadi, disini saya bekerja paruh waktu di salah satu perusahaan yang di dalamnya buanyak banget orang asingnya. Singkat cerita ruangan saya pindah, dari yang tadinya satu ruangan dengan tim kerja tetapi harus pindah ke ruangan besar dimana semua tim kumpul di situ. Dan, bertetanggalah meja kerja saya dengan satu tim, sebut saja tim dari negara X.
Winter berlalu dan musim semi jelang panas datang. Sudah dari dulu memang salah satu anggota tim negara X sepertinya memiliki masalah dengan bau badan, semakin menyerbak bau nya karena faktor cuaca. Dan saya, teman saya merasa sangat terganggu karena letak meja kami memang benar-benar dekat. Sedikit saja dia bergerak pasti bau nya langsung menyebar dan menusuk. Apalagi kalau dia datang ke meja saya untuk bertanya sesuatu. Seriously, kerja ga fokus dan saya yang sensitif dengan bau-bau-an suka mau muntah. Pernah satu hari saya ga bisa masuk ruangan dan memilih menghirup udara segar di luar kantor beberapa menit (semacam membawa bekal udara baik sebelum masuk ruangan). Karena emang beneran bau nya bikin mau muntah. Bagaimana saya harus menjelaskan bau itu? Hmmm... seperti bau ketek dan keringat yang amat sangat berlebih.
Alhasil setiap hari saya memakai masker di ruang kerja dan menyalakan kipas angin kecil yang khusus saya letakan di meja kerja saya. Percayalah, pagi-pagi ruangan kantor masih amat sangat segar, tapi ketika dia datang semua berubah. Nyalain AC? Udah banget. Udara sedikit lebih segar tapi sayangnya beberapa teman yang posisi meja nya dekat dengan AC mengeluh kedinginan. Serba salah. Sampai pada suatu hari teman saya mengeluhkan hal ini ke boss.
Tara-taraaa... kalian tau apa yang terjadi? Dengan bicara jujur tanpa ditutup-tutupi Boss bilang ke orang tersebut kalau dia sepertinya punya masalah bau ketek. Dan sambil menjelaskan sambil boss menunjuk ke arah ketek dengan harapan dia mengerti apa yang Boss sampaikan. Iya, karena bahasa Korea dia yang sangat limited sekali heu. Setelah diberi tahu, siangnya dia pergi membeli wangi-wangian, dan yang ia beli adalah lilin aroma terapi. Percayalah, tidak ada yang berubah heu. Dan ia hanya menyalakan lilin itu selama dua hari saja. Btw, sebelum ia beli lilin, boss udah beli aroma terapi yang dipasang di dekat pintu masuk kantor. Ada dua. Saya culik satu dan saya letakan di meja kerja saya demi kehidupan saya yang lebih baik hahaha... Dan ga ngaruh!
Kemaren, bau nya udah bikin saya hampir menyerah dan memutuskan masuk ruangan boss bahwa ini adalah masalah serius. Tapi, saya ga tetep ga berani. Keluarlah dia, ke toilet sepertinya. Langsung saya semprot pewangi seisi ruangan. Dan teman-teman saya yang dari negara lain tertawa. Hmm.. apakah mereka paham? wkwkw... Dan benar saja, setelah itu tanpa direncanakan kami berkumpul di dapur kantor. Kita semua mengeluhkan bau badannya. Ternyata oh ternyata, baunya sampai ke ruangan tim sebelah. Serius, ga bisa dibiarkan. Satu teman kasih saran buat beli arang, karena arang bisa menyerap bau-bau-an (benarkah?). Tapi yang pasti esoknya saya dan teman langsung cari arang hahaha...
Arang berhasil kita temukan tapi kita harus minta izin boss meletakan arang di kantor. But you know what, si Boss saat itu juga langsung menghubungi dia bahwa dia bau dan teman-teman merasa terganggu. Dia beralasan itu bau baju, katanya.. entah kenapa wlo baju sudah dicuci tapi tetap bau. But seriously lah- kita bisa bedakan bau baju dan bau badan. Sampai konyolnya, teman saya berasumsi ... mungkin bahan baju dari negara X bau kali yaa... hahaha... ini guys, klo kamu pergi ke negara orang dan kamu melakukan kesalahan, negara pasti dibawa-bawa. Iya, kamu adalah perwakilan negara kamu. Begitu kurang lebih.
Ok fine- dia berjanji akan ganti baju. Boss sampai menawarkan mau membelikan baju, obat atau deodoran kalau dia membutuhkannya. Haha.. sebegitunya yaaa~
Naah, lalu apa pelajaran yang bisa diambil dari cerita ini? Please guys, jangan malas mandi dan pakailah wewangian. Jangan sok kepedean 'gue mah ga mandi juga ga bau kok' atau 'ah, bajunya baru dua kali pake jadi masih belum bau. masih bisa dipake' atau blablabla.. Pikirkan hajat hidup orang lain di sekitar kamu *tsaaahh...
Jadi keingetan, jaman SMP dulu juga saya pernah mengalamin hal serupa. Teman saya, yang duduk persis di belakang saya memiliki masalah dengan bau sepatu nya yang seriusan- bikin ga konsen belajar. Bau nya masih terekam jelas dalam ingatan saya sampai saat ini - parah kaann! Iya, teman saya sepertinya malas cuci sepatu, dekilnya luar biasa.
Anyway, satu lagi - kalau ada yang bingung beli parfum, tanya teman atau tukang parfum, karena mereka yang mencium wangi itu, bukan hanya kamu. Dan dia, parfumnya wangi rempah-rempah. Pake parfum salah- ga pake parfum juga salah.
Oh.. kita lihat apakah ada perubahan besok.
Ayo periksa aroma tubuh kita! Jangan sampai mengganggu orang~
Ayo periksa aroma tubuh kita! Jangan sampai mengganggu orang~
Sekian.
Seoul 22 April 2018 01.52 PM
Label:
CurCol,
Di Korea,
Lived Experiences
20 April 2018
Tanya-tanya KGSP
Dear para pembaca blog saya yang budiman,
Baik yang sengaja mampir, ataupun yang tidak sengaja mampir ^^
Dimohon untuk tidak bertanya KGSP di tulisan yang bukan tentang KGSP ya.
Maaf, kurang pas aja rasanya.
Jadi, kalau mau bertanya KGSP silahkan di tulisan tentang KGSP.
Tulisannya ada di tahun 2015 bulan Feb kalau tidak salah.
Beberapa hari lalu saya masih bales-balesin pertanyaan yang memang penting.
Pertanyaan yang jawabannya bisa di googling ga saya jawab ya ^^ biar pada usaha cari jawaban hehehe ^^
Atau silahkan ke email saya klo mau bertanya KGSP.
"Emailnya apa kak?"
Silahkan berusaha mencari ^^ Good Luck!
Terima kasih.
Baik yang sengaja mampir, ataupun yang tidak sengaja mampir ^^
Dimohon untuk tidak bertanya KGSP di tulisan yang bukan tentang KGSP ya.
Maaf, kurang pas aja rasanya.
Jadi, kalau mau bertanya KGSP silahkan di tulisan tentang KGSP.
Tulisannya ada di tahun 2015 bulan Feb kalau tidak salah.
Beberapa hari lalu saya masih bales-balesin pertanyaan yang memang penting.
Pertanyaan yang jawabannya bisa di googling ga saya jawab ya ^^ biar pada usaha cari jawaban hehehe ^^
Atau silahkan ke email saya klo mau bertanya KGSP.
"Emailnya apa kak?"
Silahkan berusaha mencari ^^ Good Luck!
Terima kasih.
Label:
Di Korea,
Lived Experiences,
Sharing
11 Januari 2018
Paham (?)
Akhir-akhir ini sedang banyak bertemu orang yang mengajak berdiskusi tentang pernikahan. Kadang ingin mendebat, tapi itu salah. Ada hati yang harus dilindungi, karena setiap kita punya paham.
Sempat bertanya dengan mereka yang memilih untuk tidak menikah... ada gemas, ada sebal, ada kesal. Tapi begitulah, setiap mereka punya paham yang mereka bilang tak salah.
Entahlah, aku melihatnya sebagai sebuah kelemahan dan ketakutan. Lemah menghadapi nanti, dan takut menghadapi esok.
Seoul 11.33 PM 11.01.18
Namu Cafe
Plak!
Ingin rasanya menghampiri sepasang muda-mudi di ujung sana. Mereka bercumbu tanpa peduli sekeliling. Ini cafe. Dan mereka tepat berada di depanku. Mereka tepat dikelilingi kursi lain yang tidak kosong.
Bolehkah aku menghampiri mereka? Kemudian berteriak : hentikan!
"Plak!"
Kemudian aku terbangun.
Seoul 11.01.18 11.27 PM
Namu Cafe
Label:
CurCol,
Di Korea,
Lived Experiences
Aku tau rasanya
'aku tau rasanya'
rasa apa yang kau tau?
'perih itu.'
seberapa perih yang kau rasa?
'sama seperti yang kau rasakan'
perihku? perih yang bagaimana?
'perih yang membuatmu ingin berlari'
ternyata kamu belum tau perih ini. pergilah. Jangan menambah perih.
Seoul 11.17 PM
Namu Cafe
rasa apa yang kau tau?
'perih itu.'
seberapa perih yang kau rasa?
'sama seperti yang kau rasakan'
perihku? perih yang bagaimana?
'perih yang membuatmu ingin berlari'
ternyata kamu belum tau perih ini. pergilah. Jangan menambah perih.
Seoul 11.17 PM
Namu Cafe
10 Desember 2017
LDR Halal
Tidak sengaja melihat berita sekilas tentang pernikahan dua insan yang masih sangat muda di sebuah media sosial. Kemudian menjadi viral karena keduanya memang cukup terkenal karena hal-hal positif. Mereka adalah inspirasi bagi banyak anak muda (saat berita ini heboh). Lebih lanjut juga membaca bahwa mereka menikah dengan proses taaruf dan ternyata telah memutuskan untuk menjalani Long Distance Relationship. Oh- dalam hati saya berkata, selamat datang di dunia LDR halal, dek! Nantinya, akan banyak tantangan dan cobaan dan ujian - yang tentunya harus dijalani berdua. Hati boleh bersama, tapi wujud itu- terpisah. Disini... semua akan dimulai.
Saya si pelaku LDR halal atau ada yang menyebutnya rumah tangga online ^^ Saya percaya pasti akan ada cobaan nantinya, tapi percaya diri saya besar bahwa semuanya tak akan sulit karena saya dan suami memang terbiasa sendiri sebelumnya. Lagipula, belum banyak kenangan bersama sebelum menikah, sehingga yang saya pikir tak akan banyak yang dirindukan dan kehilangan. Lima hari saja kami bersama setelah pernikahan, kemudian berpisah karena masing-masing harus menyelesaikan studi, sama seperti kedua adik ini. Bedanya, kondisi finansial kami tidak membuat kami mudah bertemu sesuka hati. Tiket pesawat, visa, dll - kadang, pernah, dan selalu menjadi kendala ^^ hingga saat ini.
Setiap orang punya alasan masing-masing untuk menikah. Setiap orang punya alasan masing-masing ketika memutuskan untuk LDR setelah menikah. Dan setiap keputusan yang diambil selalu diikuti konsekuensinya. Tak sama. Oleh karenanya, hanya kita yang bisa menyelesaikan. Bukan orang lain.
Lalu menyayangkan ketika beberepa bulan setelah menikah menyebar kabar yang tak di inginkan. Saya bukan orang yang kepo sama urusan orang. Heu- saya juga punya banyak kepentingan yang harus dipikirkan daripada ngurusin rumah tangga orang lain. Tapi entahlah, untuk yang satu ini saya tiba-tiba ingin menulis, karena saya pelaku LDR halal. Sedikit banyak tau masalah apa yang akan muncul.
Kunci sehatnya LDR adalah komunikasi dan kepercayaan. Ketika sebuah hubungan normal membutuhkan ini, maka LDR membutuhkannya lebih dan lebih. Dosisnya harus lebih dari hubungan normal (bukan LDR). Ujian terbesar LDR adalah rindu, meski kamu belum membuat banyak cerita dengan pasanganmu. Rindu akan muncul tanpa alasan. Menusuk.
Dua puluh tujuh bulan sudah kami menjalankan LDR. Berat, sangat berat. Tapi Alhamdulillah - Atas Izin Allah, kami bertahan, Insya Allah terus bertahan, karena kami ingin bersama disini dan disana, Jannah (Aamiin). Sebenarnya semua masih bisa normal dalam beberapa hal. Bicarakan, Diskusikan. Buang jauh ego. Karena sesungguhnya LDR kita yang pilih. Itu yang selalu kami ingat.
Rumah tangga itu tentang aku dan dia. Maka, cerita apapun biar disimpan berdua - heu, meski saya akui kadang jari ini gatel buat ngetik dan upload di medsos untuk sekedar kasih tau : im fine or im not fine. Tapi seriusan, tak perlulah orang dan media turut serta.
Baiklah, kepada para pejuang LDR halal... Ini tidak mudah, tapi kamu yang terpilih. Semoga LDR segera berlalu yaa~
Seoul 10.12.17 10.30 PM
Label:
CurCol,
Di Korea,
Lived Experiences
18 November 2017
Kembali ...
Aku ingin kembali,
Pada senyum manis yang terurai itu,
Aku ingin berguru,
Pada mata teduh itu,
Aku ingin bersandar,
Pada pundak yang tak pernah lelah itu,
Padamu, aku ingin kembali.
Seoul 18.11.17 08.38 AM
Pada senyum manis yang terurai itu,
Aku ingin berguru,
Pada mata teduh itu,
Aku ingin bersandar,
Pada pundak yang tak pernah lelah itu,
Padamu, aku ingin kembali.
Seoul 18.11.17 08.38 AM
Label:
CurCol,
Di Korea,
Lived Experiences
Mari bersyukur, cantik
Tuhan mengingatkanku dengan status yang pernah kubuat di social media,
Ternyata ini jalan yang kupilih dari beberapa tahun lalu,
Ternyata ini jalan yang kupinta sampai tak kenal lelah,
Lalu sesal apa kemaren?
Keluh apa yang sudah kubuat? Padahal ini asaku dulu.
Status-status yang kubuat di social mediaku mengingatkanku pada Tuhan,
Tuhan sudah memberi semua,
Tuhan sudah membiarkanku mencapai semua,
Mungkin sekarang Tuhan sedang bertanya,
Kenapa ada air mata setelah semua Aku beri?
Mari bersyukur, cantik.
Seoul 18 Nov 2017
Label:
CurCol,
Di Korea,
Lived Experiences
22 Agustus 2017
Mamah..
Kali ini saya mau cerita tentang mamah saya yang super galak tapi keren banget!
Galak nya mamah kayak gimana mau tau? Hihihi... ga galak-galak banget sih, cuma tegas aja.
Salah satu contohnya, waktu kecil saya ga dibolehin banget baca komik. Dan setiap abis magrib suasana rumah hening, TV dimatiin dan waktunya anak-anak belajar. Pacaran? No! Hahaha.. aduuhh, ketauan ga pernah pacaran, tapi saya bangga (yang ini mau sombong).
Dulu yaa.. pernah banget pinjem komik punya temen trus sampe saya umpetin di bawah kasur dan tumpukan baju biar ga ketauan hahha... Dan jaman kuliaaah, ada yang nanya nope mau pedekate gitu, hahaha... saya kasi aja nope mamah, kena dehh! (guling-guling).
Eniwey.. saya ga mau cerita tentang dulu-dulu kok.
Tapi mau cerita yang kemaren-kemaren ini.
Mamah yaaa.. seriusan.. kapanpun, dimanapun, bagaimanapun anaknya, dan sampai kapanpun.
Tak tergantikan.
Huhu T-T... efek abis nangis-nangisan sama mamah. Meski udah nikah, mamah tempatku kembali. Tempat curhat segala-gala. Iya, karena beliau tau banget saya dari jaman beibi, dari awal banget saya melihat dunia.
Oh mamah.. rasanya pengen meluk. Sabaaar banget. Kuaaaat banget. Dan ngajarin saya untuk kuat dan selalu kuat. Mamah selalu bilang, lakukan apa aja yang bikin kamu bahagia. Apapun. (Ga usah dibahas tentang batas-batasannya karena itu sudah mendarah daging, bukan lagi culture).
I love you, mamah.
Satu hari saya pernah bilang begini dengan seseorang:
Jangan bandingkan ibuku dengan ibumu atau ibumu dengan ibu yang lain. Karena mereka punya cara yang berbeda. Tapi saya tau, cinta mereka sama, sama-sama besar dan luas.
Seoul 22 August 2017 07.50 PM
Langganan:
Postingan (Atom)
