Allah mencintaimu,
Itulah mengapa Dia membuatnya pergi jauh darimu,
Karena Allah tahu dia mudah berpaling, jauh dari setia.
Allah mencintaimu,
Itulah mengapa Dia memintamu untuk pergi jauh darinya,
Karena Allah tahu dia sedang mempermainkan hatimu.
Allah mencintaimu,
Itulah mengapa Dia memintamu kembali,
Karena Allah tahu dia tidak bisa apa, selain membuatmu menangis.
Allah mencintaimu,
Kamu bukan tulang rusuknya yang hilang, seharusnya kamu syukuri,
Karena Allah sedang menunjukan cintaNya padamu.
Allah mencintaimu,
Kamu bukan pelengkap hidupnya, seharusnya kamu syukuri itu,
Karena Allah tahu kesetiaanmu tidak untuk dia miliki,
Karena Allah tahu dia tidak bisa menghargai perempuan.
Ah, awalnya sedih memang.
Tapi yakini,
Allah sedang menjagamu.
26 Okto 11 03.53 PM
26 Oktober 2011
are we sister?
Setahuku kamu perempuan baik, menolong semua yang butuh pertolonganmu.
Sepengetahuanku kamu perempuan dewasa, menyikapi setiap masalah dengan cara yang mereka lihat bijak. Sepengenalanku kamu menjadi inspirasi semua, memberi semangat untuk tetap maju.
Baru saja kubaca surat terakhirmu. Kamu bilang kita saudara, kita layaknya adik kakak.
Aku rasa juga begitu, tidak ada yang kututupi karena you are my sister,
And you do say the same that I am your little sister.
Everybody knows it.
We are sister.
A big sister should know her little sister’s feeling.
A big sister will not hurt her little sister’s heart.
A big sister will not let her little sister cry along night.
A big sister will consider many things to decide anything that relate with her little sister.
Sister will never hide anything from her sister.
I do believe you know what I feel.
I do believe you realize about what I feel.
I do believe you can read my attitude.
I do believe you know my heart, Because I never hide anything from you; because we are sister; because I do believe in you.
We passed years with wonderful story, together.
I take care of you and you do the same.
We take care of each other.
But now, hard to believe that you take my dream away; you burn it out; you make me cry.
But now, you act like you know nothing about me; you do it like you never know me; you decided it like we don’t have any story.
I can’t believe you decide it.
I do remember all of your promises to me but you betray all.
You are not my sister anymore.
I never thought to frazzle our picture; you and me.
I never thought to burn anything from you.
I never thought that I would say ‘you are not my sister anymore’ because I do believe in you before; because we are sister.
Don’t say to God that you are weak; I am much more weak than you when you hide it.
People said you are an angel and I was so proud become your little sister but now, go away!
I will burn our story into pieces and let wind blow it.
26 Okto 11 03.47 PM
Sepengetahuanku kamu perempuan dewasa, menyikapi setiap masalah dengan cara yang mereka lihat bijak. Sepengenalanku kamu menjadi inspirasi semua, memberi semangat untuk tetap maju.
Baru saja kubaca surat terakhirmu. Kamu bilang kita saudara, kita layaknya adik kakak.
Aku rasa juga begitu, tidak ada yang kututupi karena you are my sister,
And you do say the same that I am your little sister.
Everybody knows it.
We are sister.
A big sister should know her little sister’s feeling.
A big sister will not hurt her little sister’s heart.
A big sister will not let her little sister cry along night.
A big sister will consider many things to decide anything that relate with her little sister.
Sister will never hide anything from her sister.
I do believe you know what I feel.
I do believe you realize about what I feel.
I do believe you can read my attitude.
I do believe you know my heart, Because I never hide anything from you; because we are sister; because I do believe in you.
We passed years with wonderful story, together.
I take care of you and you do the same.
We take care of each other.
But now, hard to believe that you take my dream away; you burn it out; you make me cry.
But now, you act like you know nothing about me; you do it like you never know me; you decided it like we don’t have any story.
I can’t believe you decide it.
I do remember all of your promises to me but you betray all.
You are not my sister anymore.
I never thought to frazzle our picture; you and me.
I never thought to burn anything from you.
I never thought that I would say ‘you are not my sister anymore’ because I do believe in you before; because we are sister.
Don’t say to God that you are weak; I am much more weak than you when you hide it.
People said you are an angel and I was so proud become your little sister but now, go away!
I will burn our story into pieces and let wind blow it.
26 Okto 11 03.47 PM
20 Oktober 2011
God, they are killing me.
It's like they are killing me at the back.
I lost my biggest dream.
I do mention his name in every worship I do completely, but where is God? I try to follow each God's rules, but what He gives to me! I do what He asks, but God put me down again. I am weak, if God knows everything He must be know that I am weak for this. Why does He send me damn man like him? Why does God allows me to have a sister like her?
God, I do big apologize. I am too weak. God, I feel nothing now.
19 Okto 11 08.42 AM
I lost my biggest dream.
I do mention his name in every worship I do completely, but where is God? I try to follow each God's rules, but what He gives to me! I do what He asks, but God put me down again. I am weak, if God knows everything He must be know that I am weak for this. Why does He send me damn man like him? Why does God allows me to have a sister like her?
God, I do big apologize. I am too weak. God, I feel nothing now.
19 Okto 11 08.42 AM
25 Agustus 2011
Jatuh Cinta Part 1
Kamu, Dia, Mereka, dan juga saya, singkatnya kita pasti pernah merasakan jatuh cinta. Rasanya Subhanallah ^^ tidak mudah menjabarkannya tapi kurang lebih seperti ini: deg-degan ga karuan pas ketemu si dia, pipi jadi nge-pink kalau tiba-tiba dia menyapa apalagi memuji, salah tingkah waktu dia ngajak ngobrol, dan luar biasa jealous ketika dengar kabar si dia sedang dekat dengan si itu, apalagi kalau ngeliat secara live alias langsung, huhu.. kalau cewe bisa nangis semalaman, kalau cowo bisa berantem sama saingannya. Ya, kurang lebih seperti itulah jatuh cinta. Mungkin ada yang bilang berlebihan, ada juga yang bilang ‘gue banget!’ hehehe… (curhat). Pepatah bilang cinta itu buta, cinta itu indah, cinta itu menyakitkan ‘ga lagi-lagi deh jatuh cinta’. Apapun pendapat teman-teman, cinta memang memiliki banyak arti, kekanan atau kekiri kita-lah drivernya, manis atau pahit kita-lah chef nya. Jadi mari kita memaknai cinta dengan bijak.
Ada dorongan untuk saya menulis tentang cinta ketika saya mengalami, merasakan, dan menjadi korban dari simbol hati berwarna merah jambu itu (sadis yaa hehe ^^). Semakin semangat menulis ketika saya mulai menemukan bagaimana seharusnya kita meramu cinta menjadi sebuah anugrah.
Cinta itu fitrah. Semua manusia pasti memiliki dan akan merasakan hadirnya. Jangan mengelak atau menolak karena sesungguhnya Allah yang menciptakan cinta. Bukankah Allah mempersatukan Ayah dan Ibu dengan cinta. Allah juga yang melanggengkan tali persaudaraan sesama manusia dengan cinta. Dan tugas kita sekarang adalah meramunya agar cinta tetap tumbuh. Pintar-pintarlah meramunya menjadi layaknya sebotol minuman pelepas dahaga di teriknya mentari, menjadi selimut dikala malam mulai tak bersahabat, menjadi kompas saat kita tak tahu jalan pulang. Ah, apapun jadinya, pandailah! Ketahuilah bahwasanya dulu Rasul pernah memerintahkan sahabatnya untuk mengungkapkan rasa cinta kepada sesama sebagai tanda persaudaraan (ukhuwah).
“Ya Rasulullah, sesungguhnya aku mencintai orang ini.”
“Apakah engkau sudah memberitahukannya?”
“Belum.”
“Beritahukan kepadanya tentang perasaanmu itu.”
Sahabat (lelaki) pun mengejarnya dan mengatakan bahwa Ia sangat mencintainya karena Allah. Dan orang itu pun menjawab, “Semoga Allah mencintaimu karena engkau telah mencintaiku karena-Nya.”
Subhanallah, itulah cinta. Ungkapkanlah rasa cinta karena Allah.
Cinta terkadang tidak bisa terangkum oleh bantuan, pertolongan, dan perhatian saja, tetapi lisan. Terkadang lisan (kata-kata) lah yang menyempurnakan hadirnya cinta seperti yang tealh Rasul ajarkan.
Pertanyaannya: Lalu, apakah saya harus mengungkapkan rasa cinta saya pada Afgan?? >.< ~~~ thinking!
+++ To be continued ~~ hoaammhhh ngantuk zzz… 25 August 2011 – 00.10 AM +++
(Terinspirasi dari Smart Love ~Kusmarwanti M. Idham~. Untuk sahabat yang telah menghadiahkan, terima kasih ^^) Oia, kisah sahabat Rasul juga saya dapat dari buku ini lho ^^
Ada dorongan untuk saya menulis tentang cinta ketika saya mengalami, merasakan, dan menjadi korban dari simbol hati berwarna merah jambu itu (sadis yaa hehe ^^). Semakin semangat menulis ketika saya mulai menemukan bagaimana seharusnya kita meramu cinta menjadi sebuah anugrah.
Cinta itu fitrah. Semua manusia pasti memiliki dan akan merasakan hadirnya. Jangan mengelak atau menolak karena sesungguhnya Allah yang menciptakan cinta. Bukankah Allah mempersatukan Ayah dan Ibu dengan cinta. Allah juga yang melanggengkan tali persaudaraan sesama manusia dengan cinta. Dan tugas kita sekarang adalah meramunya agar cinta tetap tumbuh. Pintar-pintarlah meramunya menjadi layaknya sebotol minuman pelepas dahaga di teriknya mentari, menjadi selimut dikala malam mulai tak bersahabat, menjadi kompas saat kita tak tahu jalan pulang. Ah, apapun jadinya, pandailah! Ketahuilah bahwasanya dulu Rasul pernah memerintahkan sahabatnya untuk mengungkapkan rasa cinta kepada sesama sebagai tanda persaudaraan (ukhuwah).
“Ya Rasulullah, sesungguhnya aku mencintai orang ini.”
“Apakah engkau sudah memberitahukannya?”
“Belum.”
“Beritahukan kepadanya tentang perasaanmu itu.”
Sahabat (lelaki) pun mengejarnya dan mengatakan bahwa Ia sangat mencintainya karena Allah. Dan orang itu pun menjawab, “Semoga Allah mencintaimu karena engkau telah mencintaiku karena-Nya.”
Subhanallah, itulah cinta. Ungkapkanlah rasa cinta karena Allah.
Cinta terkadang tidak bisa terangkum oleh bantuan, pertolongan, dan perhatian saja, tetapi lisan. Terkadang lisan (kata-kata) lah yang menyempurnakan hadirnya cinta seperti yang tealh Rasul ajarkan.
Pertanyaannya: Lalu, apakah saya harus mengungkapkan rasa cinta saya pada Afgan?? >.< ~~~ thinking!
+++ To be continued ~~ hoaammhhh ngantuk zzz… 25 August 2011 – 00.10 AM +++
(Terinspirasi dari Smart Love ~Kusmarwanti M. Idham~. Untuk sahabat yang telah menghadiahkan, terima kasih ^^) Oia, kisah sahabat Rasul juga saya dapat dari buku ini lho ^^
26 Juli 2011
lenting berdenting
Hidup itu berirama.
Ada lantunan nada di setiap nafas.
Ada denting harmoni yang mengalir di nadi.
tapi bohong kalau cinta itu alasan terbesar untuk hidup.
bohong.
26 July 11 11.50 PM
Ada lantunan nada di setiap nafas.
Ada denting harmoni yang mengalir di nadi.
tapi bohong kalau cinta itu alasan terbesar untuk hidup.
bohong.
26 July 11 11.50 PM
05 Juni 2011
Teteh dan dia
Tak sanggup rasanya mengucap selamat atas pernikahan untuk teteh sendiri dan dia, yang pernah mengisi hariku.
Worst part in life.
5 June 11 10.43 AM
Worst part in life.
5 June 11 10.43 AM
Nafas Terakhir?
Mungkin akan seperti itulah rasanya nafas terakhir. Kamar Maria Nomor 6, udaranya sangat pengap. Seharusnya ada penyejuk udara untuk kamar yang dihuni 3 orang dan dikunjungi lebih dari 5 orang. Seharusnya mereka yang terbaring merasa nyaman, bukan kepanasan kalang kabut. Ah, aneh.
Tidak jauh dari pintu utama, saya pun bertemu teman saya yang tidak merasa lemah, tidak merasa sakit, tapi harus terbaring dan dibaringi dengan paksa, DBD. Ha, terdengar lucu bukan. Saya menemani untuk beberapa jam sampai keluarganya datang. Satu jam, biasa. Dua Jam, tak ada yang aneh, masih bercanda dan tertawa. Tiga jam, mulai sedikit terasa aneh.
Di jam ketiga saya ambil tas dan memutuskan pulang. Tiba-tiba semuanya berkunang, lemas, panas, tapi sangat dingin. Aku katakana sangat dingin, menggigil. Dengan pelan kuraih bangku hijau panjang rumah sakit itu, duduk, lemas, yang saya ingat adalah mamah. Ingin bersama mamah. Tak lama teman saya lewat, tangan pun saya lambaikan “tolong, dingin sekali”, ucap saya lirih. Tak mendengar, ia mendekat. Tak ada sedikitpun sisa tenaga, saya rebahkan kepala di pangkuannya. Lemas, dingin, sangat dingin, tidak jelas namun tetap sadar. Satu menit, lima menit, tujuh menit, sepuluh menit. Di menit kesepuluh darah terasa mengalir kembali dan tubuh mulai terasa hangat perlahan, dari kepala, menyusup wajah lalu menelusuri setiap bagian tubuh.
“Alhamdulillah”, teriaknya. “Kenapa?”, “Alhamdulillah sepertinya membaik, sudah tidak pucat lagi”, “kenapa?”. “Apanya yang kenapa? Kamu pucat tadi, seperti mayat, persis seperti mayat, masih bilang kenapa? Saya telepon taksi.
Semuanya begitu cepat, sehat, tiba-tiba sakit, sehat kembali. Semuanya misteri. Mungkin saya sok tahu, tapi saya berpikir “seperti itukah nanti, saat kita nafas mulai diambil, saat sakaratul maut?”
Kamar maria nomer enam lantai dua, pukul delapan malam.
3 Juni 2011 08.41 AM
Tidak jauh dari pintu utama, saya pun bertemu teman saya yang tidak merasa lemah, tidak merasa sakit, tapi harus terbaring dan dibaringi dengan paksa, DBD. Ha, terdengar lucu bukan. Saya menemani untuk beberapa jam sampai keluarganya datang. Satu jam, biasa. Dua Jam, tak ada yang aneh, masih bercanda dan tertawa. Tiga jam, mulai sedikit terasa aneh.
Di jam ketiga saya ambil tas dan memutuskan pulang. Tiba-tiba semuanya berkunang, lemas, panas, tapi sangat dingin. Aku katakana sangat dingin, menggigil. Dengan pelan kuraih bangku hijau panjang rumah sakit itu, duduk, lemas, yang saya ingat adalah mamah. Ingin bersama mamah. Tak lama teman saya lewat, tangan pun saya lambaikan “tolong, dingin sekali”, ucap saya lirih. Tak mendengar, ia mendekat. Tak ada sedikitpun sisa tenaga, saya rebahkan kepala di pangkuannya. Lemas, dingin, sangat dingin, tidak jelas namun tetap sadar. Satu menit, lima menit, tujuh menit, sepuluh menit. Di menit kesepuluh darah terasa mengalir kembali dan tubuh mulai terasa hangat perlahan, dari kepala, menyusup wajah lalu menelusuri setiap bagian tubuh.
“Alhamdulillah”, teriaknya. “Kenapa?”, “Alhamdulillah sepertinya membaik, sudah tidak pucat lagi”, “kenapa?”. “Apanya yang kenapa? Kamu pucat tadi, seperti mayat, persis seperti mayat, masih bilang kenapa? Saya telepon taksi.
Semuanya begitu cepat, sehat, tiba-tiba sakit, sehat kembali. Semuanya misteri. Mungkin saya sok tahu, tapi saya berpikir “seperti itukah nanti, saat kita nafas mulai diambil, saat sakaratul maut?”
Kamar maria nomer enam lantai dua, pukul delapan malam.
3 Juni 2011 08.41 AM
12 Mei 2011
Maaf, Tuhan
Tuhan,
Jadi baik saya disakiti,
Mencintai saya dikhianati,
Berusaha saya gagal,
Tuhan,
Apa harus seperti mereka? Tak baik tapi bahagia dan ringan
Tak beri cinta tapi dicinta,
Tak berusaha tapi berhasil,
Maaf Tuhan, saya rapuh.
6 May 11 09.30 AM
Jadi baik saya disakiti,
Mencintai saya dikhianati,
Berusaha saya gagal,
Tuhan,
Apa harus seperti mereka? Tak baik tapi bahagia dan ringan
Tak beri cinta tapi dicinta,
Tak berusaha tapi berhasil,
Maaf Tuhan, saya rapuh.
6 May 11 09.30 AM
Award untuk Bunda
Satu jam lalu Bunda mendengar anaknya mengeluh
Kemarin Bunda mendengar anaknya gagal
Kemarin lusa Bunda mendengar anaknya sakit
Tiga hari lalu Bunda mendengar anaknya putus asa
Empat hari lalu Bunda mendengar anaknya menangis
Lima hari lalu Bunda mendengar anaknya berteriak hilang arah
Enam hari lalu Bunda mendengar anaknya anaknya kecewa yang merajam
Hari ini Bunda mendengar anaknya disakiti
Ah, Bunda, kalau ada AWARD makhluk Tuhan yang penuh Cinta, itu Bunda, pasti Bunda, haruslah Bunda.
Kapan Bunda mendengar anaknya bahagia,
Nanti Bun, akan ku ganti semuanya dengan bahagia yang kekal.
11 Mei 11 11.10 AM
Kemarin Bunda mendengar anaknya gagal
Kemarin lusa Bunda mendengar anaknya sakit
Tiga hari lalu Bunda mendengar anaknya putus asa
Empat hari lalu Bunda mendengar anaknya menangis
Lima hari lalu Bunda mendengar anaknya berteriak hilang arah
Enam hari lalu Bunda mendengar anaknya anaknya kecewa yang merajam
Hari ini Bunda mendengar anaknya disakiti
Ah, Bunda, kalau ada AWARD makhluk Tuhan yang penuh Cinta, itu Bunda, pasti Bunda, haruslah Bunda.
Kapan Bunda mendengar anaknya bahagia,
Nanti Bun, akan ku ganti semuanya dengan bahagia yang kekal.
11 Mei 11 11.10 AM
(pernah)
Aku (pernah) punya mimpi mencapai bintang
Aku (pernah) punya cerita malam penuh cahaya
Aku (pernah) punya sejuta tawa di setiap detik
Aku (pernah) punya dunia penuh bahagia
Bersamamu..
Ya, pernah!
11 Mei 11 11.04 AM
Aku (pernah) punya cerita malam penuh cahaya
Aku (pernah) punya sejuta tawa di setiap detik
Aku (pernah) punya dunia penuh bahagia
Bersamamu..
Ya, pernah!
11 Mei 11 11.04 AM
Langganan:
Postingan (Atom)