Hidup itu penuh pilihan, katanya sambil mengaduk coffee latte yang sudah teraduk. Layaknya satu nomor ujian matematika pilihan ganda, yang dibutuhkan adalah ketelitian dan aku sanggup menghitungnya tanpa kesalahan sedikit pun.
Tak lama ia memegang cangkirnya dan meneguk, satu tegukan saja. Kemudian berdiri di ujung balkon itu. Aku menunggu, apalagi yang akan ia ucapkan.
Tapi hidup bukan matematik, emosinya sedikit menanjak. Lalu ketika hidup memaksa kita untuk memilih, rumus mana yang harus kugunakan?
Aku semakin tak paham dengan tuturnya.
Baiklah, begini : aku bacakan satu soal tentang hidup dan kamu harus menjawabnya : Usiamu tak lagi remaja, manakah yang kamu pilih :
A. Menikah dengan dia yang penuh cinta tapi ia tak ingin kau tinggal sedetik pun,
B. Melanjutkan study di negeri sebrang dengan full scholarship, hanya berlaku tahun ini.
Hi, jangan melamun, jawablah! Hidup ini harus memilih bukan?
18 Nov 11 11.04 PM
18 November 2011
01 November 2011
Tak akan lagi rapuh
Nyatanya aku terlalu rapuh, Tuhan
Maka tenggelamkan aku di mimpi yang lain
Maka izinkan aku membakar cerita lama
Maka izinkan aku pergi jauh ke belahan bumiMu yang lain
Maka tenangkan aku disana
Maka aku tak akan rapuh lagi.
1 Nov 11 01.42 AM
Maka tenggelamkan aku di mimpi yang lain
Maka izinkan aku membakar cerita lama
Maka izinkan aku pergi jauh ke belahan bumiMu yang lain
Maka tenangkan aku disana
Maka aku tak akan rapuh lagi.
1 Nov 11 01.42 AM
Aku sama
Ingin merindu tapi aku tak punya hati untuk dirindu.
Ingin mengucap satu nama tapi aku tak mampu menangis lagi.
Ingin membenci, tapi aku tahu aku sama, sama-sama umatMu.
1 Nov 11 01.26 AM
Ingin mengucap satu nama tapi aku tak mampu menangis lagi.
Ingin membenci, tapi aku tahu aku sama, sama-sama umatMu.
1 Nov 11 01.26 AM
TakdirNya tak untuk diragu
Apabila hidup memang pilihan, aku ingin hidup memberiku banyak pilihan.
Apabila waktu dapat diputar, aku ingin cerita laluku menuntun ke arah ini.
Apabila aku adalah dia, jangan dekati aku, karena ini sebuah permainan hidup.
Ah, tak ada apabila dalam hidup. Ketika kau sebut apabila, ketika itulah kau seperti meragukan takdirNya.
1 Nov 11 01.24 AM
Apabila waktu dapat diputar, aku ingin cerita laluku menuntun ke arah ini.
Apabila aku adalah dia, jangan dekati aku, karena ini sebuah permainan hidup.
Ah, tak ada apabila dalam hidup. Ketika kau sebut apabila, ketika itulah kau seperti meragukan takdirNya.
1 Nov 11 01.24 AM
Ketika, dekap aku
Ketika awan tak lagi meneduhkan,
Ketika mentari tak lagi menghangatkan,
Maka biarkan aku tertidur dan menyerahkan semua pada malam.
Ketika angin tak lagi berhembus,
Ketika langit tak lagi biru,
Maka aku seharusnya rela berlabuh pada mentari yang segera tenggelam.
Ketika hati tak lagi hidup,
Dan ketika kamu tak lagi disini,
Maka Engkau, Tuhanku Yang Penuh Cinta, dekaplah aku lebih erat lagi.
(1 Nov 11) 01.20 AM
Ketika mentari tak lagi menghangatkan,
Maka biarkan aku tertidur dan menyerahkan semua pada malam.
Ketika angin tak lagi berhembus,
Ketika langit tak lagi biru,
Maka aku seharusnya rela berlabuh pada mentari yang segera tenggelam.
Ketika hati tak lagi hidup,
Dan ketika kamu tak lagi disini,
Maka Engkau, Tuhanku Yang Penuh Cinta, dekaplah aku lebih erat lagi.
(1 Nov 11) 01.20 AM
26 Oktober 2011
Aku? Puas?
Mereka bilang aku keras, maka lembutkanlah aku.
Kalau saja mereka tahu di sudut itu aku harus berontak.
Baiklah, sekalian saja aku wujudkan kata mereka, karena mereka tak pernah tahu.
Hai, maaf, kamu bodoh. Pergi saja.
Dan kamu, perfectionistmu membuatku ingin muntah, enyah.
Buat kamu, oh no! Kemana saja kamu, tidak mengerti hal semudah ini.
Kamu, sadarlah. Terlalu banyak bicara, sangat membosankan.
Siapa? Dia? Bercerminlah, kamu tidak bisa memanjakan.
Aku keras, puas??
26 Okto 11 03.54 PM
Kalau saja mereka tahu di sudut itu aku harus berontak.
Baiklah, sekalian saja aku wujudkan kata mereka, karena mereka tak pernah tahu.
Hai, maaf, kamu bodoh. Pergi saja.
Dan kamu, perfectionistmu membuatku ingin muntah, enyah.
Buat kamu, oh no! Kemana saja kamu, tidak mengerti hal semudah ini.
Kamu, sadarlah. Terlalu banyak bicara, sangat membosankan.
Siapa? Dia? Bercerminlah, kamu tidak bisa memanjakan.
Aku keras, puas??
26 Okto 11 03.54 PM
Yakini, Dia sayang
Allah mencintaimu,
Itulah mengapa Dia membuatnya pergi jauh darimu,
Karena Allah tahu dia mudah berpaling, jauh dari setia.
Allah mencintaimu,
Itulah mengapa Dia memintamu untuk pergi jauh darinya,
Karena Allah tahu dia sedang mempermainkan hatimu.
Allah mencintaimu,
Itulah mengapa Dia memintamu kembali,
Karena Allah tahu dia tidak bisa apa, selain membuatmu menangis.
Allah mencintaimu,
Kamu bukan tulang rusuknya yang hilang, seharusnya kamu syukuri,
Karena Allah sedang menunjukan cintaNya padamu.
Allah mencintaimu,
Kamu bukan pelengkap hidupnya, seharusnya kamu syukuri itu,
Karena Allah tahu kesetiaanmu tidak untuk dia miliki,
Karena Allah tahu dia tidak bisa menghargai perempuan.
Ah, awalnya sedih memang.
Tapi yakini,
Allah sedang menjagamu.
26 Okto 11 03.53 PM
Itulah mengapa Dia membuatnya pergi jauh darimu,
Karena Allah tahu dia mudah berpaling, jauh dari setia.
Allah mencintaimu,
Itulah mengapa Dia memintamu untuk pergi jauh darinya,
Karena Allah tahu dia sedang mempermainkan hatimu.
Allah mencintaimu,
Itulah mengapa Dia memintamu kembali,
Karena Allah tahu dia tidak bisa apa, selain membuatmu menangis.
Allah mencintaimu,
Kamu bukan tulang rusuknya yang hilang, seharusnya kamu syukuri,
Karena Allah sedang menunjukan cintaNya padamu.
Allah mencintaimu,
Kamu bukan pelengkap hidupnya, seharusnya kamu syukuri itu,
Karena Allah tahu kesetiaanmu tidak untuk dia miliki,
Karena Allah tahu dia tidak bisa menghargai perempuan.
Ah, awalnya sedih memang.
Tapi yakini,
Allah sedang menjagamu.
26 Okto 11 03.53 PM
are we sister?
Setahuku kamu perempuan baik, menolong semua yang butuh pertolonganmu.
Sepengetahuanku kamu perempuan dewasa, menyikapi setiap masalah dengan cara yang mereka lihat bijak. Sepengenalanku kamu menjadi inspirasi semua, memberi semangat untuk tetap maju.
Baru saja kubaca surat terakhirmu. Kamu bilang kita saudara, kita layaknya adik kakak.
Aku rasa juga begitu, tidak ada yang kututupi karena you are my sister,
And you do say the same that I am your little sister.
Everybody knows it.
We are sister.
A big sister should know her little sister’s feeling.
A big sister will not hurt her little sister’s heart.
A big sister will not let her little sister cry along night.
A big sister will consider many things to decide anything that relate with her little sister.
Sister will never hide anything from her sister.
I do believe you know what I feel.
I do believe you realize about what I feel.
I do believe you can read my attitude.
I do believe you know my heart, Because I never hide anything from you; because we are sister; because I do believe in you.
We passed years with wonderful story, together.
I take care of you and you do the same.
We take care of each other.
But now, hard to believe that you take my dream away; you burn it out; you make me cry.
But now, you act like you know nothing about me; you do it like you never know me; you decided it like we don’t have any story.
I can’t believe you decide it.
I do remember all of your promises to me but you betray all.
You are not my sister anymore.
I never thought to frazzle our picture; you and me.
I never thought to burn anything from you.
I never thought that I would say ‘you are not my sister anymore’ because I do believe in you before; because we are sister.
Don’t say to God that you are weak; I am much more weak than you when you hide it.
People said you are an angel and I was so proud become your little sister but now, go away!
I will burn our story into pieces and let wind blow it.
26 Okto 11 03.47 PM
Sepengetahuanku kamu perempuan dewasa, menyikapi setiap masalah dengan cara yang mereka lihat bijak. Sepengenalanku kamu menjadi inspirasi semua, memberi semangat untuk tetap maju.
Baru saja kubaca surat terakhirmu. Kamu bilang kita saudara, kita layaknya adik kakak.
Aku rasa juga begitu, tidak ada yang kututupi karena you are my sister,
And you do say the same that I am your little sister.
Everybody knows it.
We are sister.
A big sister should know her little sister’s feeling.
A big sister will not hurt her little sister’s heart.
A big sister will not let her little sister cry along night.
A big sister will consider many things to decide anything that relate with her little sister.
Sister will never hide anything from her sister.
I do believe you know what I feel.
I do believe you realize about what I feel.
I do believe you can read my attitude.
I do believe you know my heart, Because I never hide anything from you; because we are sister; because I do believe in you.
We passed years with wonderful story, together.
I take care of you and you do the same.
We take care of each other.
But now, hard to believe that you take my dream away; you burn it out; you make me cry.
But now, you act like you know nothing about me; you do it like you never know me; you decided it like we don’t have any story.
I can’t believe you decide it.
I do remember all of your promises to me but you betray all.
You are not my sister anymore.
I never thought to frazzle our picture; you and me.
I never thought to burn anything from you.
I never thought that I would say ‘you are not my sister anymore’ because I do believe in you before; because we are sister.
Don’t say to God that you are weak; I am much more weak than you when you hide it.
People said you are an angel and I was so proud become your little sister but now, go away!
I will burn our story into pieces and let wind blow it.
26 Okto 11 03.47 PM
20 Oktober 2011
God, they are killing me.
It's like they are killing me at the back.
I lost my biggest dream.
I do mention his name in every worship I do completely, but where is God? I try to follow each God's rules, but what He gives to me! I do what He asks, but God put me down again. I am weak, if God knows everything He must be know that I am weak for this. Why does He send me damn man like him? Why does God allows me to have a sister like her?
God, I do big apologize. I am too weak. God, I feel nothing now.
19 Okto 11 08.42 AM
I lost my biggest dream.
I do mention his name in every worship I do completely, but where is God? I try to follow each God's rules, but what He gives to me! I do what He asks, but God put me down again. I am weak, if God knows everything He must be know that I am weak for this. Why does He send me damn man like him? Why does God allows me to have a sister like her?
God, I do big apologize. I am too weak. God, I feel nothing now.
19 Okto 11 08.42 AM
25 Agustus 2011
Jatuh Cinta Part 1
Kamu, Dia, Mereka, dan juga saya, singkatnya kita pasti pernah merasakan jatuh cinta. Rasanya Subhanallah ^^ tidak mudah menjabarkannya tapi kurang lebih seperti ini: deg-degan ga karuan pas ketemu si dia, pipi jadi nge-pink kalau tiba-tiba dia menyapa apalagi memuji, salah tingkah waktu dia ngajak ngobrol, dan luar biasa jealous ketika dengar kabar si dia sedang dekat dengan si itu, apalagi kalau ngeliat secara live alias langsung, huhu.. kalau cewe bisa nangis semalaman, kalau cowo bisa berantem sama saingannya. Ya, kurang lebih seperti itulah jatuh cinta. Mungkin ada yang bilang berlebihan, ada juga yang bilang ‘gue banget!’ hehehe… (curhat). Pepatah bilang cinta itu buta, cinta itu indah, cinta itu menyakitkan ‘ga lagi-lagi deh jatuh cinta’. Apapun pendapat teman-teman, cinta memang memiliki banyak arti, kekanan atau kekiri kita-lah drivernya, manis atau pahit kita-lah chef nya. Jadi mari kita memaknai cinta dengan bijak.
Ada dorongan untuk saya menulis tentang cinta ketika saya mengalami, merasakan, dan menjadi korban dari simbol hati berwarna merah jambu itu (sadis yaa hehe ^^). Semakin semangat menulis ketika saya mulai menemukan bagaimana seharusnya kita meramu cinta menjadi sebuah anugrah.
Cinta itu fitrah. Semua manusia pasti memiliki dan akan merasakan hadirnya. Jangan mengelak atau menolak karena sesungguhnya Allah yang menciptakan cinta. Bukankah Allah mempersatukan Ayah dan Ibu dengan cinta. Allah juga yang melanggengkan tali persaudaraan sesama manusia dengan cinta. Dan tugas kita sekarang adalah meramunya agar cinta tetap tumbuh. Pintar-pintarlah meramunya menjadi layaknya sebotol minuman pelepas dahaga di teriknya mentari, menjadi selimut dikala malam mulai tak bersahabat, menjadi kompas saat kita tak tahu jalan pulang. Ah, apapun jadinya, pandailah! Ketahuilah bahwasanya dulu Rasul pernah memerintahkan sahabatnya untuk mengungkapkan rasa cinta kepada sesama sebagai tanda persaudaraan (ukhuwah).
“Ya Rasulullah, sesungguhnya aku mencintai orang ini.”
“Apakah engkau sudah memberitahukannya?”
“Belum.”
“Beritahukan kepadanya tentang perasaanmu itu.”
Sahabat (lelaki) pun mengejarnya dan mengatakan bahwa Ia sangat mencintainya karena Allah. Dan orang itu pun menjawab, “Semoga Allah mencintaimu karena engkau telah mencintaiku karena-Nya.”
Subhanallah, itulah cinta. Ungkapkanlah rasa cinta karena Allah.
Cinta terkadang tidak bisa terangkum oleh bantuan, pertolongan, dan perhatian saja, tetapi lisan. Terkadang lisan (kata-kata) lah yang menyempurnakan hadirnya cinta seperti yang tealh Rasul ajarkan.
Pertanyaannya: Lalu, apakah saya harus mengungkapkan rasa cinta saya pada Afgan?? >.< ~~~ thinking!
+++ To be continued ~~ hoaammhhh ngantuk zzz… 25 August 2011 – 00.10 AM +++
(Terinspirasi dari Smart Love ~Kusmarwanti M. Idham~. Untuk sahabat yang telah menghadiahkan, terima kasih ^^) Oia, kisah sahabat Rasul juga saya dapat dari buku ini lho ^^
Ada dorongan untuk saya menulis tentang cinta ketika saya mengalami, merasakan, dan menjadi korban dari simbol hati berwarna merah jambu itu (sadis yaa hehe ^^). Semakin semangat menulis ketika saya mulai menemukan bagaimana seharusnya kita meramu cinta menjadi sebuah anugrah.
Cinta itu fitrah. Semua manusia pasti memiliki dan akan merasakan hadirnya. Jangan mengelak atau menolak karena sesungguhnya Allah yang menciptakan cinta. Bukankah Allah mempersatukan Ayah dan Ibu dengan cinta. Allah juga yang melanggengkan tali persaudaraan sesama manusia dengan cinta. Dan tugas kita sekarang adalah meramunya agar cinta tetap tumbuh. Pintar-pintarlah meramunya menjadi layaknya sebotol minuman pelepas dahaga di teriknya mentari, menjadi selimut dikala malam mulai tak bersahabat, menjadi kompas saat kita tak tahu jalan pulang. Ah, apapun jadinya, pandailah! Ketahuilah bahwasanya dulu Rasul pernah memerintahkan sahabatnya untuk mengungkapkan rasa cinta kepada sesama sebagai tanda persaudaraan (ukhuwah).
“Ya Rasulullah, sesungguhnya aku mencintai orang ini.”
“Apakah engkau sudah memberitahukannya?”
“Belum.”
“Beritahukan kepadanya tentang perasaanmu itu.”
Sahabat (lelaki) pun mengejarnya dan mengatakan bahwa Ia sangat mencintainya karena Allah. Dan orang itu pun menjawab, “Semoga Allah mencintaimu karena engkau telah mencintaiku karena-Nya.”
Subhanallah, itulah cinta. Ungkapkanlah rasa cinta karena Allah.
Cinta terkadang tidak bisa terangkum oleh bantuan, pertolongan, dan perhatian saja, tetapi lisan. Terkadang lisan (kata-kata) lah yang menyempurnakan hadirnya cinta seperti yang tealh Rasul ajarkan.
Pertanyaannya: Lalu, apakah saya harus mengungkapkan rasa cinta saya pada Afgan?? >.< ~~~ thinking!
+++ To be continued ~~ hoaammhhh ngantuk zzz… 25 August 2011 – 00.10 AM +++
(Terinspirasi dari Smart Love ~Kusmarwanti M. Idham~. Untuk sahabat yang telah menghadiahkan, terima kasih ^^) Oia, kisah sahabat Rasul juga saya dapat dari buku ini lho ^^
Langganan:
Postingan (Atom)