25 Agustus 2015

#Iseng

Anginnya besar di luar sana.
Sebesar aku merindumu~

ahahaha.. cikiciiiww~

Selamat Malam
Isengan sebelum tidur :P

Seoul 25 Agustus 2015  10.45PM

24 Agustus 2015

19 Juli 2015

19 Juli 2015

Esok siang adalah siang yang tak biasa. Akan ada detik dimana perubahan akan dan memang harus terjadi. Dan sore ini semuanya masih biasa-biasa saja. Saya sendiri bingung karena belum ada rasa yang mereka ceritakan. Saya belum pernah mengenal rasa itu. Atau mungkin inilah rasa itu, rasa yang tak terbendung, hingga begini. Entahlah, yang ada saat itu hanya rasa tak percaya. Berkali-kali saya menepuk diri untuk membebaskan lamunan pergi, bukan diam dan mengikat. Bangun! Bismillah!

Rasa yang bercampur muncul pagi itu. Puji-pujian tak henti-hentinya terlantun dari hati ini. Ya Rabb, Kuasa-Mu sungguh luar biasa. Benar, hanya Dia, Allah SWT, yang mampu membolak-balik hati bahkan dalam hitungan detik. Allah Maha Luar Biasa. Berulang kali doa keselamatan, keberkahan, dan kelancaran saya sampaikan. Rabb, berkahi hari ini. Jadikan setiap detiknya penuh dengan berkah dan ridho-Mu. Selamatkan ia yang sedang dalam perjalanan datang ke sini, ke tempat dimana saya sedang duduk menanti.

Berkali-kali saya datangi cermin. Selain memastikan semuanya layak dan pantas, saya juga berdialog. Saya kah? Dia kah? Benarkah? Bismillah.

Tiba-tiba suara perempuan yang paling saya cintai memanggil nama saya dari ruangan sana. Ruang dimana ada puluhan orang yang sedang duduk berbincang di atas karpet yang saya bentangkan pagi tadi. Seketika hening ketika saya buka pintu dan saya sadar penuh, saya sedang mencuri pandangan dan perhatian mereka. Sorot mata dan senyum mereka membuat jantung ini semakin berdegup kencang. Tubuh ini dingin. Saat saya langkahkan kaki, ada rasa yang membuncah di hati, rasa bahagia ini yang saya tunggu sejak lama, iya- inilah rasa itu, rasa yang dulu saya pertanyakan dan saya nantikan.

"Bismillahirrahmanirrahim, diteruskan." itu jawaban saya ketika di tanya, apakah di teruskan atau tidak; diterima atau tidak diterima. Ada sosok ibu yang mendekat tersenyum dan mengeluarkan satu kotak kecil perhiasan kemudian memakaikan cincin emas di jari manis saya sebelah kiri. Dan ia masih tertunduk di sana, memakai baju koko coklat.

Bibir ini tak mampu berkata apa-apa. Hanya mata yang sesekali nakal mencuri pandang. Langkah ini sudah cukup jauh mencari. Bahkan ada waktu dimana putus asa menghampiri. Semuanya seperti tak berujung. Tapi ternyata laki-laki berbaju koko coklat itulah jawabannya. Semoga benar dan selamanya. Semoga memang kita. Dan iya, saya putuskan untuk berhenti di sampingnya. Mendampingi dan didampinginya. Insya Allah ^^

Jalan sempit pasti ada, begitupun dengan liku. Tapi percaya Pemilik Hati pasti akan memberi jawaban asal kita tak pernah berhenti dan menyerah. 
---

Hai ^^ penulis blog ini sudah di khitbah. Alhamdulillahirrobil 'alamin. Yups~ tepatnya satu hari setelah hari Raya Idul Fitri, 19 Juli 2015. Tanpa persiapan apapun sebelumnya apalagi berhari-hari, ketika Allah berkehendak - jadilah! Hanya dalam hitungan jam. Semuanya luar biasa - triiing! Allah Maha Hebat ^^

Mohon doanya yaa~ semoga kami berjodoh dan perjalanan kami untuk bersatu lancar dan dimudahkan :) Untuk sementara, si laki-laki ganteng ber-koko coklat masih dirahasiakan sampai hari H - Hihihi~ 

Kedapannya mungkin kami akan menulis berdua~ howreeeyy blognya bakal lebih rame. Insya Allah~~

Salam bahagia,
Penulis yang sedang menunggu hari H *cikickiiw~

Kangeeeeennn! #upppss~

Seoul 24 Agustus 2015  21.09 PM





Pagi, Summer ~

Selamat Pagi, Seoul ^^

Liburan Summer udah mau abis aja, huhhu.. kurang lebih seminggu lagi. Dan itu artinya perkuliahan akan segera dimulai fiuh~ lupakan! Nikmati sisanya ^^

Pagi ini sebelum beranjak dari kamar baru dan menjalankan agenda yang sudah dibuat. Saya menyempatkan diri untuk baca-baca cantik tulisan teman di blog nya masing-masing, mulai dari puisi, curhatan, perjalanan, dll. Lalu terjebaklah saya pada blog si Ayah. Iya, panggilan untuk penulis buku Dilan *itu yang saya amati-hampir setiap komen manggil si penulis dengan sebutan Ayah*. Saya menikmati setiap kata yang dia rangkai: nakal dan menggelitik. Tipe penulis yang unik. Sederhana. Indah ya hidup ketika bisa dituangkan dalam kata tanpa harus takut dengan aturan - menjelaskan mimpi dengan detailnya. Saya tersenyum sendiri. 

Dilan. Ya ampuuunn~ siapa yang ga jatuh cinta sama sosok yang 'menyebalkan' ini. Begitu melahap bukunya sampai habis ingin rasanya bertemu si Dilan untuk sekedar tanya-tanya ngalor-ngidul : 'kok bisa hidup semudah itu? 

Baiklah - ini tulisan singkat pagi ini ^^ 
Selamat beraktifitas. Selamat menebar manfaat ^^
Salam Summer *panaaass* 

Seoul. 24 Agustus 2015

19 Agustus 2015

29! Yuhuuu~~

Hampir sebulan ga nulis karena memutuskan pulang berlibur ke tanah air dimana signal internetnya bikin semangat menulis saya memudar dan menghilang tertiup angin *hiks*
Selamat Pagi Seoul ^^
Buka blog tiba-tiba follower udah jadi 29 ajaaa ^^ hatur nuhun. Ini niih~ yang makin bikin semangat nulis. Semoga tulisannya bermanfaat yaa.. setidaknya membunuh waktu bosan hihihi~ kalo malah bikin tambah bosen, maapin~

Jreeeeng~~ dan saya buka email blog tiba-tiba udah ada 20an email ya masyuk, syeneeeng-syeeneeeng-syeeeneeng! Kenapa? Itu artinya ada yang baca blog saya. Kebanyakan yang kirim email bilang kalo mereka-mereka silent reader. Ayooo~~ tinggalkan jejak di comment dunk!

Baiklah~ setelah ini akan ada banyak cerita yang ingin saya share. *nunggu wangsit dan semangat nulis dulu tapinya* ehehehe~~


Seoul 19 Aug 2015

25 Juni 2015

Siang (Hilang)

Kuharap siang tak menyembunyikan rindu yang berpendar 



Seoul 26 June 2015  01.36 AM

22 Juni 2015

Kenapa banyak LEE di Korea?

Ceritanya sabtu kemaren adalah deadline paper saya. Dan prof udah bilang kalo kami harus kirim by email. Setiap mahasiswa punya akun email masing-masing di kampus dengan @nama kampus. Singkat cerita si deadline sabtu jam 00.00, tapi saya udah sent jam 17.59. Itu berarti saya kirim lebih awal dari detik-detik yang sudah disediakan. Saya harus kirim email ke prof. lee XX CC. 

Siang ini tiba-tiba saya dapet email dari prof yang bersangkutan kalo saya ga akan dapet nilai karena belum ngumpulin paper. Prof kirim email ke email pribadi saya, bukan email saya yang pake @nama kampus itu. Panik parah saya. Udah ngerjain jungkir balik tapi dibilang belum kirim paper dan ga akan dapet nilai. Mau terjun rasanya dari kasur lantai dua.

Saya buka account email di web kampus dan saya screenshot semua bukti kalo saya udah sent email dan ga pake acara telat. Dan jreng, ternyata ada balasan dari prof yang saya kirimi paper saya. Dibilang saya salah alamat. Dan OMG! Saya kirim paper ke Prof Lee XX (tanpa CC) yang lain. Langsung saya resend semua beserta bukti-bukti kuat demi nilai dan mata yang mati-matian begadang berhari-hari ini.

Beres sent semua tapi ga ada balesan juga. Panik. Saya cari no telp si prof dan dapat. Di telpon tapi ga ada jawaban juga. Siap-siaplah saya cuss ke kampus. Sebelum pergi saya coba telpon lagi dan beliau ngangkat telpon. Saya ceritakan semuanya kalo saya kirim ke prof yang salah dan yang punya nama hampir sama, Prof. Lee XX (tanpa CC). Alhamdulillahnya beliau emang terkenal baik dan lucu, beliau malah ketawa-ketawa pas saya cerita ini. Prof. andai prof tau betapa paniknya saya. 

Ya, saya kirim email ke lee XX yang lain, prof. Lee XX tanpa CC. Dan saya ga teliti.

Hal ini sering terjadi di Korea. Misal : besok ada kelas sama prof. kim? - langsung deh pada nanya, kim yang maneee? hehehe.. iya, kim dan lee itu buanyak banget dan herannya hampir semuanya dipanggil depannya aja. Ya... semuanya kim dan semuaaanya lee. Kenapa banyak Lee di Korea??? hehehe... piisss ^^v

Happy Shaum!

Seoul 21 June 2015

19 Juni 2015

Misteri Plastik Biru

Jadiii.. di dorm saya lagi heboh banget sama hal yang aneh-aneh berbau-bau yang bikin merinding, hehehe... bukan di seluruh dormnya siiihh... cuma di kamer saya aja :D

Berawal dari suara-suara di kamer mandi. Masing-masing dari penghuni kamar lagi khusuk dengan kegiatannya masing-masing, ada yang gogoleran sambil mainan hape, ada yang nonton pelem, ada yang baca buku. Satu dari teman saya pergi ke kamar mandi, saya tau banget, begitupun teman saya. Kebelet ke kamar mandi saya pun teriak panggil namanya, ternyata doi udah berbaring di kasur dari tadi (posisi kasur dibawah kasur saya) dan teman saya yang satu lagi posisi lagi di meja belajar yang nempel tembok kamer mandi. Jreng! Siapa di dalam? Karena doi bilang udah keluar dari tadi dan sementara saya dan teman saya dengar ada suara yang menggunakan kamar mandi. Jreeeng! Kami berjalan bertiga, bersama, bergandengan tangan, membuka pintu kamar mandi (ini bukan karena kami romantis! tapi karena kami merinding!)

Kejadian kedua. Saya lagi khusuk sendiri di kamer sambil ngutak-ngutik laptop. Berkunjunglah satu teman saya dan kami ngobrol. Tiba-tibaaa... "lo sendiri?" tanya temen saya. Saya jawab, "ya iyalaahh" - dengan nada pliiss dehh.. kagak liat saya sendiri kkk~ Jadi posisi kami waktu itu ngobrol berhadapan, tapi doi bilang "kayak ada yang lain deh, barusan ada yang nyingsrek di samping gue" (nyingsrek means tarik napas pas lagi pilek :D). Langsung doi pamit buru-buru meninggalkan saya yang baru mulai merinding. Fiuuhh~

Kejadian ketiga. Kali ini ada dua penghuni (manusia) di kamar, saya dan teman saya. Yang satu lagi yang posisi mejanya di tengah atau di anatara kami lagi caw keluar. Saya mau sholat dan posisi ke arah meja belajar. Dan jreeng! Saya melihat mouse laptop temen saya gerak sendiri, gerak kecil gitu tapi berhasil bikin mouse jadi ca'ang (nyala lampunya) dan layar laptop nyala beberapa detik terus mati lagi. Hoool~ apa ini?

Ini yang lagi hangat dan seru! Baru banget kejadian, sekitar dua hari yang lalu (malam pertama tarawih). Saya dan teman saya memutuskan untuk baedal (pesen makanan pake delivery service gituu, di korea namanya baedal). Kenapa? karena ga ada waktu buat masak di dapur apalagi pergi keluar. Iyaa... kami lagi dikejar-kejar final paper dan ujian. 

Si mamang baedal udah nyampe di deket gedung asrama kami. Buru-buru kami turun sambil mikir startegi apa yang harus kami pake biar ga ketauan bawa makanan ke kamar. Ho-oh, penghuni asrama dilarang bawa makanan ke kamar setelah kejadian banyak kecoa di asrama, heu... bukan di seluruh lantai siih.. tapi cuma di lantai saya aja hihihi... di area saya, tapi bukan di kamar saya donk! Balik lagi, turunlah kami dengan bawa shopping bag besar yang bisa nampung dua piring besar makanan. Makanan sudah ditangan dan triing! Ide muncul. Temen saya menghampiri penjaga asrama hari itu dan menanyakan tentang kartu kamar dia yang dibawa teman kamar kami yang sudah pergi tanpa pamit hihihi... Dan sambil ngasih kode-kode, temen saya nyuruh saya buruan naik lift daaaann... aman! Makanlah kami dengan lahap di kamar, jangan tanya baunya, menyeruak keseluruh sudut kamar hehehe.. Karena porsi makanan saya terlalu menggunung buat saya, akhirnya saya panggil satu bala bantuan. Datanglah dia dengan wajah berseri-seri karena belum makan. 

Tiba-tiba telpon kamar berbunyi. Teman saya diminta untuk turun menyelesaikan urusan kartu yang dibawa pergi. Perasaan saya udah ga enak. Saya nyuruh doi bawa hp, barangkali tiba2 petugas asrama minta ikut ke kamar. Ga lama doi balik lagi. Lanjutlah kami makan-makan sambil ngobrol-ngobrol cantik. Daaaan "tok-tok-tok" suara cewe wanita terdengar sangat menakutkan. Paniklah kami kalang kabut karena lagi makan dan ruangan bau makanan. Entah kenapa teman yang saya undang malah kabur ngumpet ke kamar mandi (padahal mah wae da maen ke kamer ge hahaha) dan teman saya yang satu lagi ambil pengharum ruangan, nyemprot sana sini ga karuan. Doi ngumpetin makananya di bawa meja belajar yang saya ga ngeh sebelumnya. Dan saya? OMG! Langsung naik ke tempat tidur dan taro makanan di kasur wkwkwkw... Hebatnya temen saya adalah dia penuh perhitungan, setelah doi nyemprot pengharum ruangan membabi buta, doi nyalain AC super kenceng hahaha :D yang diluar udah mulai ngetok lagi. Saya bukalah pintu dengan senyum manis, dan dua orang yang udah berdiri dari tadi satu cowo dan satu cewe dengan kompak bilang "inspeksi ruangan!" WHHAAAATT?? alamat ini maahh~ Saya bilang aja cowo ga boleh masuk karena ini kamer cewe. Si cewe masuk dan saya langsung naik ke kasur tingkat saya sambil narik selimut nutupin makanan. Sementara teman saya berdiri manis ga gerak-gerak di deket meja belajar. Sementara temen yang ngumpet di kamer mandi keluar dengan muka yang heu hahahaha :D 

Ternyata eh ternyataaa... inspeksi kamarnya cuma buat meriksa kasur dan meja dan lemari punya teman saya yang pergi tanpa pamit dan balikin kunci. OMG! Rasanya pengen pura-pura tidur ajaaa hhahaha :D - Ga lama si petugas keluar dari kamar. Dan kami mengelus dada tanda semua baik-baik saja hahaha :D Saya turun dan sambil bilang "see! selimut saya belepotan makanan!" hahaha... kacau gila nih paniknya. 

Belum selesai sampai situ. Kami melanjutkan sisa-sisa makanan yang masih tersisa. Selesai makan kita cari plastik biru yang di kasih sama mamang baedal buat naro piring kotor. Tapi plastik yang kami simpan di meja tempat kami makan menghilang beserta satu pack tissue teman saya. Kami bertiga ngubrek-ngubrek kamer dan ga ada! "Waahh... casper ngajak main lagi kayaknya." Iyaa... temen saya yang super itu emang pemberani luar biasa, dia nyebut si itu dengan sebutan casper. Akhirnya kami menyerah, kami menggunakan plastik yang lain. Masih ga abis pikir kita, kemana perginya si plastik biru. Setiap sudut kamar kami singgahi (lebaaay hahaha) tapi aslina ga nemu. Sudahlah, biarkan casper bermain dengan plastik biru. Kami kembali ke kegiatan masing-masing.

Mungkin sudah satu jam berlalu. Saya ingin memasukan pakaian kotor ke tempatnya yang terletak di bawah meja belajar saya. Tiba-tiba saya melihat selembar plastik biru yang tergeletak tak berdaya bersama tissue. Saya ambil, antara senang dan bertanya-tanya. Dan saya kasih liat teman saya! Dan doi ketawa kenceng yang super duper nyebelin sambil bilang "See! You are Old!" pliiiiss... stop it. Doi bilang juga, "karena kamu kita jadi nuduh casper". Fiuuuhhh~ Jadi kamu lebih mencintai casper daripada aku?? FINE!

Ini cerita keren! Hahaha... 

Seoul 19 June 2015

16 Juni 2015

Selamat Berpuasa dari Seoul ^^


Di Korea juga udah di umumin lho mulai puasanya kapan ^^ sama dengan Indonesia ^^ 
Alhamdulillah~~ seneeeeeng banget! Walo agak sedih-sedih gimana gitu karena harus puasa sendirian lagi tanpa keluarga huhuhuhu T_T

Gapapa! Semangat Ramadhan! Ramadhan kali ini ibadahnya harus lebih kece ^^
Doain saya baik-baik dan kuat-kuat disini yaa ^^
FYI.. Di Korea, karena bertepatan dengan summer jadi puasa lebih panjang. Dari jam 3 pagi sampe jam 8 malam heu~ Semangaaat! Bismillah ^^

Selamat berpuasa teman-teman ^^

Seoul 16 June 2015  09.47 PM

11 Juni 2015

Pintu Bahagia

"Pengen deh kayak lo"
"Semoga aku bisa kayak teteh"
"Doain aku ya biar bisa jadi kayak kamu"
"Semoga anak gue kalo udah besar bisa kayak lo"

Beberapa kalimat di atas beberapa kali saya dengar. Mereka bilang begitu kepada saya dan saya selalu bilang, jangan jadi seperti saya, tapi jadilah yang lebih dan jauh lebih baik lagi. Jujur, asa 'kebebanin' gimanaaa gitu pas ada yang ngomong kayak gitu. Kalau kalian tau, hidup saya ada 'pait' nya juga kok. Kalau kalian tau ...

Terjadi dialog luar biasa dalam diri kalo ada orang-orang yang bilang gitu sama saya. Biasanya bermula dari curhat. Selalu saya akhiri bahwa bahagia itu punya banyak pintu. Ketika kamu belum bisa membuka pintu bahagia A, kamu masih punya banyak pintu bahagia yang bisa kamu buka. Setiap orang bisa dan mungkin akan masuk dari pintu yang berbeda-beda. Allah sudah mengaturnya. Jadi jangan pernah bersedih atau parahnya bilang kalau kamu ga bahagia. Jauh-jauh deh dari pikiran itu. Nikmati setiap prosesnya.

Ngomong emang gampang tapi huhuhu... menjalaninya emang susah. Semangat, tiasa!

"Kamu enak yaa bisa kuliah dan aktif sana-sini"
"Hei, kamu juga enak bisa main-main dengan anak dan suami kamu"

"Kamu enak yaa bisa keluar negeri dan punya banyak cerita"
"Hei, kamu juga enak kok bisa ngumpul tiap sore dan malem sama ibu, ayah, dan saudara-saudara kamu"

"Kamu enak ya bisa jalan-jalan di luar negeri"
"Hei, kamu juga enak kok bisa ngabisin wiken jalan-jalan bareng keluarga atau sahabat"

Iya, bahagia itu datang dari banyak pintu. Ayo buka satu persatu. Itu konsep yang selalu saya tanam dalam diri ketika terlintas pikiran "pengen deh jadi kayak diaa" hihihi... :D

Yuk, bahagia!

Seoul 11 June 2015  06,40 PM

Ayo berteman baik

Beberapa hari yang lalu saya sudah benar-benar dibuat kesal dengan roommate yang fiuhh~ menurut saya dan roommate saya yang satu lagi sudah cukup bikin jengkel (maaf ga akan dijelasin detail disini). Semester pertama saya tinggal di asrama amat sangat menyenangkan dengan roommate yang se-level kegilaannya. Dan kami saling mengerti bahwa kami tinggal di asrama dan ada aturan-aturan tidak tertulis yang sudah seharusnya dipahami setiap penghuni, contoh kecil menjaga kebersihan kamar. Tapi si new roommate ini! OMG! Sampe saya dan roommate geleng-geleng : kok ada ya orang yang sampe kayak gini. Huhuhuhu... maap.  Iya, balik lagi memang kepada budaya dan lain-lain.

Singkat cerita karena sudah cukup kesal akhirnya saya memutuskan untuk membukanya di public. Yep, di status facebook saya. Bukan memaki, tapi isinya saya ingin mencari kamar dengan harga sewa yang murah dan tidak begitu jauh dari kampus. Tidak menyangka dan tidak mengira banyak respon positif dari teman-teman saya. Satu teman akan mencarikan tempat dengan harga murah. Satu teman lagi akan menanyakan rekannya yang ia kenal yang punya kamar berlebih di rumahnya. Satu teman lagi mengajak teman-teman di salah satu organisasi untuk patungan membayar uang deposit kamar yang bisa mencapai 3-5 juta won atau kurang lebih sekitar 30-50 juta rupiah. Satu teman yang berasal dari satu kota yang sama pun berinisiatif untuk mengumpulkan teman-teman sekampung halaman dengan saya untuk membantu. Buat saya ini luar biasa. Saya terharu. Dan saya orang yang mellow dan cepet banget netesin air mata. Entah terwujud atau tidak tapi niat dan ide teman-teman cukup membuat saya menangis terharu. Luar biasa rasanya ketika ada yang perhatian. Saya merasa tidak sendiri. Saya merasa saya ada. 

Saya selalu ingat pesan mamah: jadi orang ga boleh jutek, harus senyum dan ga boleh keras kepala. Banyakin teman, main senang-senang dan ga boleh stress. Iya, masalah saya adalah muka jutek saya hihihi... :D tapi sedikit-sedikit saya merasa berhasil merubahnya kkkk :D

Ini dia, hidup di perantauan dan jauh dari keluarga. Bertemanlah, karena mereka yang akan menjadi keluarga kita. Jangan sombong dengan bilang bahwa 'saya bisa melakukannya sendiri tanpa bantuan siapapun'. Statement itu bisa dipake pada saat-saat tertentu saja, misal ngerjain soal ujian atau tugas hehehe... 

Ayo berteman baik dan bikin cerita baik :D


Seoul 11 June 06.23 PM