05 Desember 2016

Allah Dimana?

Allah dimana?
Teteh ga nakal.
Teteh ga main.
Teteh belajar.

Allah.. kenapa begini?


Seoul 5 Dec 2016   15.38PM

03 Desember 2016

Melebur

Cinta, buatkan aku puisi cinta
- agar rindu melebur bersama rasamu
hingga sendiri tak lagi mengikatku.


Seoul 3 Dec 2016   10.31 PM

30 November 2016

Curhat di akhir November

Rasanya mau jungkir balik, gugulingan, gegelimpungan, dan seterusnya sebagainya sejenisnya.
Duhai kalian yang mau kuliah, khususnya di Korea, persiapkan lahir batin, khususnya yang mau milih kampus top di Korea macam yang saya lakukan. Haduhhh- kalau ga ada keluarga mungkin udah stress aja kayaknya T-T

Kuliahnya sih ga masalah. Tapi yang masalah adalah pas nyusun thesis.
Bukan bermaksud menyamaratakan, tapi nyatanya lulus tepat waktu disini adalah hal yang sulit digapai dan mustahil. Itu yang saya lihat dari nasib saya dan teman-teman saya. Minta sempurna sementara waktu yang dikasih prof sedikit sekali, dan lain sebagainya dan seterusnya. Belum lagi email yang ga dibales-bales, ketemuan ga bisa T-T

Mohon doanya. Semoga saya bisa lulus semester ini. Aamiin.


Curhat mahasiswi yang lagi nyusun thesis; yang lagi nunggu balesan email dari prof; yang lagi ketar-ketir bisa sidang apa engga; yang air matanya sudah mengering.

Seoul, 30 November 2016

01 November 2016

Awal Nov bersama Prof.

Hari ini, awal november, saya bertemu professor, berniat menjelaskan apa yang ia ragukan di penelitian saya. Banyak bahan saya siapkan guna menguatkan argument saya. Dan lima slide powerpoint untuk menjawab pertanyaannya. Hanya lima saja. Saya bisa jelaskan dalam waktu tujuh menit. Saya bikin lima saja karena saya berusaha paham beliau pasti sibuk. Informasi, mata ini bantat demi membuat dan mencari dan menyimpulkan banyak data sampai jam empat shubuh tadi. Tapi tak satupun ... -

Prof menjelaskan semua yang ia pertanyakan, yang ia ragukan dll. Belum waktunya saya menjawab. Kalaupun saya intrupsi di tengah, kemudian beliau potong lagi. Intinya ga ada kesempatan saya berbicara atau membela diri dan penelitian. Ah, mungkin pikir saya di akhir sesi alias pas beliau beres menyampaikan semua. Selesai. Kemudian saya minta waktu menjelaskan apa yang sudah saya kerjakan sambil memutar notebook saya, kemudian beliau bilang "maaf, saya ga ada waktu. kirim email saja."

Pengalaman kemaren-kemaren kirim email, ga di baca.

Sing sabar teteh cantik nan sholehah. 

Pentingnya ilmu mendengarkan. Dan tentunya ilmu sabar. 


Seoul 1 Nov 2016

31 Oktober 2016

Dalam- dingin

Apa kabar hati?
Apakah sedang menikmati gugur daun di luar sana?
Atau sedang sibuk menepis dingin?
Atau mungkin sedang berstrategi mencari tempat bersembunyi?

Dari hari ini, mulailah berani mengumpulkan yang berserakan. 
Lalu menyimpan rapi dalam scrapbook. 
Jangan lupa kemudian berikan pada pemilik hati yang akan datang nanti.
Ini kisahmu, menunggunya. 
Dalam musim. Dalam dingin. 



Hollys coffee. Dongdaemun.
Seoul 31.10.16

06 Agustus 2016

Utuh

Nyatanya aku tidak bisa memilikimu seutuhnya.
Mungkin kita harus membongkar lagi, merevisi definisi 'seutuhnya'.


Gurunaru Cafe, Seoul  06 Agustus 2016   06.50 PM



Ingin pulang

Ada banyak alasan untuk saya tetap melanjutkan hidup di Korea. Dengan segala kemudahan dan kesenangannya
Tapi cukup dengan dua alasan : keluarga dan anak-anak Indonesia, yang membuat saya ingin segera pulang dan harus pulang.
Rindu mamah- rindu mengajar dan bermain dengan anak-anak di sekolah. 

Allah- izinkan saya lulus segera dan secepatnya. Mudahkan. 



Gurunaru Cafe, Seoul 6 Agustus 2016  04.43 PM

Papih dan D

Biarkan saya bercerita sedikit tentang seorang yang saya kagumi, sebelum kemudian saya harus melanjutkan tugas kuliah yang sudah sekitar dua bulan saya biarkan. Orang yang akan saya ceritakan adalah satu dosen saya ketika saya kuliah di salah satu universitas negeri di Bandung.

Berawal dari sesuatu yang membuai bari jeung bikin saya mikir penasaran, sedikit misterius dan ngegemesin. Nah lhoo~ iya, saya suka puisi dan berpuisi. Ga jarang meleleh sama orang yang suka ngasih puisi kode-kode hahaha ^^ *jaman baheula pisan* tapi asli, saya selalu jatuh cinta dengan rangkaian kata-kata yang tak jarang memakan waktu lama untuk mengurai artinya. Hingga saat ini, saya tetap jatuh cinta dan mencinta. Termasuk membacanya, baik dalam hati atau pun dilantangkan. Tapi harus udahan untuk yang satu ini- heu.. ga dikasih ijin suami. *semoga suami baca tulisan saya terus nijinin buat bikin album musikalisasi puisi-aamiin*

Lanjut! Kemaren saya melihat news feed facebook saya, dan menemukan beliau memposting sesuatu disertai link blog barunya. Langsung saya meluncur- sekilas membaca kemudian berkomentar ^^ meninggalkan jejak ceritanya. Dari situ kemudian memori lalu muncul *sambil senyum-senyum*

Beliau adalah seorang dosen berusia hmmm.. mungkin 50 tahun-an. Mengajar beberapa mata kuliah yang berhubungan dengan sastra, termasuk puisi. Yep, exploring poetry. Ah, beliau juga pernah mengajar di kelas pronunciation. Dan, KEREN! Walau banyak mahasiswa panik di buatnya karena beliau sedikit menakutkan ketika mengajar pronunciation

Saya selalu semangat mengambil kelas beliau dan sebagian teman saya justru- mmm.. agak males. Hihihi~ dengan alasan A sampai Z yang mereka punya. Sampai satu saat- kami semua harus mengambil mata kuliah 'exploring poetry' dimana pengajarnya adalah beliau- berbagai macam puisi dari yang pendek sampai yang panajang di paparkan lengkap dengan sejarahnya. Ga sedikit mahasiswa yang bingung- termasuk saya! Bukan rahasia lagi betapa saya mengaguminya- entahlah, aura bapak misterius, dan segudang ilmu terpancar jelas di wajahnya bikin saya penasaran dan haus ilmu. Teman-teman sekelas tau betapa saya mengaguminya- sampai saya membuat panggilan rahasia "papih" haha :D bodor ini mah. Setiap beliau lewat atau terlihat, teman-teman selalu panggil saya dan bilang "de, papih tuh" atau "de, tau ga- si papih bla-bla-bla" ^^

Kembali, saya sangat yakin kalau saya adalah the only one mahasiswa yang antusias dengan mata kuliahnya, saat itu. Tapi hal yang mengejutkan terjadi- ini pertama kalinya dalam sejarah perkuliahan saya. Beliau, ngasih saya nilai D yang it means saya harus mengulang. Yang dapet D di kelas mungkin cuma 3 sampai 7 orang (dari 40-an mahasisswa). Hah? Kecewa dan agak trauma- tapi mikir side yang lain. Aha! Saya bisa nongkrong di kelas beliau lagi ^^ hahaha :D- temen-temen heran saya dapet D tapi yasudlah ya. Semester berikutnya, saya dan beberapa teman saya duduk manis di deretan bangku belakang. Iya, sudah jadi aturan tidak tertulis bahwa senior duduk di deretan bangku belakang- mengalah untuk junior hahaha :D. Kemudian apa yang saya lakukan- iyes, saya sibuk merekam suara beliau ketika membaca beberapa puisi di kelas. Haha :D -sampai saat ini filenya masih ada lhoooo- ^o^

'Kegilaan' saya yang lain adalah selalu mencari kesempatan untuk ngobrol dengan beliau. Caranya? Saya selalu lambat membereskan barang-barang ketika kelas selesai. Kenapa? Karena beliau lebih sering keluar paling akhir- iya, setelah semua mahasiswa keluar kelas. Eing-ing-eing.. beliau keluar dan saya keluar, kemudian menyapa dengan beberapa pertanyaan sehingga terjadi diskusi kecil yang saya rencanakan dan harapkan hihihi ^^v lumayan- dari kelas lantai 4 atau 5 sampai lantai 2, kantor jurusan. Hal yang sering kami bicarakan adalah, puisi, feminis, islam- yang tentunya bertautan dengan pelajaran-pelajaran hidup. 

Ngobrol sama beliau asyik- tapi banyak juga deg-degannya. Iya- takut tiba-tiba di kasih pertanyaan dan saya ga paham. Pokoknya, pandangan saya tentang beliau itu sedikit jauh berbeda dengan penilaian teman-teman. 

Satu hari, saya memutuskan untuk mengikuti seleksi beasiswa ke Amerika. Dua kali saya mengikuti seleksi ini dan beliau adalah satu dosen yang ga pernah absen ngasih saya surat rekomendasi. Entah aplikasi yang ke berapa, saya ingat benar, beliau menyuruh saya masuk ke ruangan dosen dan meminta saya duduk. Katanya, beliau tidak tau tentang saya- jadi saat itu sambil mengetik surat rekomendasi, sambil beliau melempari saya beberapa pertanyaan. Saya sih hepi bangeeet ^^ haha. Hari itu, ada kurang lebih dua cangkir kopi dan mungkin empat batang rokok yang beliau habiskan sambil mengetik surat rekomendasi. Iya, surat untuk saya- meski lagi-lagi saya gagal alias ga lolos. 

Berlanjut- saya memutuskan untuk ikut seleksi beasiswa ke Korea. Dan saya meminta kesediaan beliau lagi untuk menulis surat rekomendasi. Sampai aplikasi yang kedua beliau bilang- mungkin kamu harus coba minta surat rekomendasi ke yang lebih baik biar lulus- jangan saya. Tapi keukeuh saya minta beliau. Kurang lebih begitu. Sampai aplikasi ketiga- beliau tanya : "mau coba sampai kapan apply beasiswa?" Dan dengan yakin saya bilang- "ini yang terakhir, pak." Heu- iya.. beliau tau betapa saya pengen banget kuliah di luar negeri.

Terima kasih banyak. Terima kasih tak terbatas untuk beliau.

Sampai saat ini saya masih mengaguminya- cara berpikirnya; caranya merangkai kata menjadi sebuah tulisan dengan banyak makna; cara beliau menyampaikan pesan melalui poto hasil jepretannya ^^. Saya suka semuanya- kecuali rokoknya- heu. Eh, tapi kabarnya papih udah berenti rokok! Yeay! ^^

Ups- ada lagi yang saya ingat. Setiap ada kabar tentang papih, teman-teman saya selalu semangat men-share, khususnya sama saya, salah satu contohnya adalah ketika papih mem-follow blog dan IG teman saya. Iyuuuh- eta mah saya jealous, haha :D. Tapi eng-ing-eng, dengan bangga juga satu hari saya pamer ke teman-teman kalau papih juga follow blog saya ini ^^ *jingkrak-jingkrak* heheh- walau ga yakin dibaca juga siiihh ^^ - tapi IG saya belum di follow eeeuyy~

Saya berjanji dalam hati- saya ingin memberi hadiah untuk papih: sebuah kado dari Korea dan sebuah buku karya saya yang entah kapan terealisasi dan menulis namanya lengkap dengan ucapan terima kasih yang tulus. 

Ada dua hal yang sampai saat ini belum kesampaian dan masih berharap satu saat nanti terjadi. Pertama, saya pengeeeen banget papih mengundang saya untuk minum kopi sambil ngobrol santai tentang puisi atau pelajaran hidup. Ah- kapan yaaa?
Kedua, saya ingin sekali kerjasama dengan papih- satu ruangan yang sema, sebagai dosen senior dan dosen junior. Yang ini sempat saya utarakan, dan papih bilang kalau papih akan segera pensiun. Papih bilang- "kamu bisa menggantikan saya di cubicle ini"- iya, diruangannya. ^^ 


Sehat selalu, pak. 
Bahagia selalu, pak.


Seoul 6 Agustus 2016   04.35 PM



15 Juli 2016

Summer Song

Ada banyak suara dalam hati, semoga baik.
==

Saya lagi suka banget dengerin lagu-lagu ini nih..
Ada yang suka juga kah? 
Suka sama lirik dan suara, 

Let me share ya~
Itu salah satu lagu kecenya Urban Zakapa dan lagi sering banget di puter di toko-toko dan cafe-cafe di Korea. Berhasil membuat saya ingin memutar berkali-kali, bahkan sepanjang perjalanan pulang dari kantor yang memakan waktu hampir 1,5 jam. Berasa daaah Korea nya, Hahaha :D

dan lagu satu soundtrack AADC2 (yang filmnya hmm.. kurang menggigit menurut saya). Liriknya simple banget tapi nonjok - judul lagunya oke juga hihihi :D

Satu lagi, si suara berat nan menggelegar. Mungkin saya dulu pernah bikin postingan juga tentang dia. Iya, kalau pulang ke rumah dan jalan-jalan pake mobil. Saya jadi penguasa remot di mobil. Cakra Khan wajib diputar dan menemani jalan-jalan saya hihihi :D
Ini lagu barunya, syukaaa :D

Tulisan kali ini aneh ya? hihihi.. maap ^^v

Seoul 15 Juli 2016

Hilang

Hilang.
Coba hilang sebentar.
Beberapa saat.
Mungkin sampai musim berganti, cukup.

Kemudian kembali dan perhatikan.
Siapa yang benar-benar hadir untukmu.
Dan siapa yang benar-benar ingin hadirmu.


Seoul 15 Juli 2016